Tampilkan postingan dengan label love. Tampilkan semua postingan

Culinary: Omah Kecebong



Omah Kecebong

Ini review yang super telaaat. Saya ke Omah Kecebong sekitar bulan September 2016 yang lalu tapi baru menuliskannya sekarang hihi.

Omah Kecebong ini lokasinya di pedesaan, jadi tempatnya asri, sejuk, silir alias banyak anginnya. Ciri khas Omah Kecebong yaitu terdapat beberapa orang-orangan sawah memakai kaos dan caping (topi tradisional dari anyaman bambu) di bagian depan gubug makan ini. Bagi yang hobi foto-foto maka tempat ini cocok untuk Anda. 

Orang-orangan sawah

Selain tempat makan, Omah Kecebong juga merupakan guest house dan punya banyak koleksi tanaman holtikultura.


Kami memesan beberapa menu yaitu tumis lompong, ayam goreng, nasi bakar isi ayam, jus sirsak, dan jus mangga. Apa itu tumis lompong? Lompong adalah batang tanaman talas yang kemudian di potong-potong dan ditumis dengan berbagai bumbu. Rasanya tidak pahit, teksturnya empuk, malah seperti terong yang di tumis :O

Our late lunch: nasi bakar isi ayam, tumis lompong, ayam goreng, jus mangga, jus sirsak

Silly pose :p

Mas Grad and I at Omah Kecebong
Selain tempatnya asri dan bersih, pelayanannya juga baik. Mbak-mbak, mas-mas, hingga bapak-bapak penjaga parkiran pun ramah-ramah. Jika ingin ke tempat ini silakan ditengok dulu website Omah Kecebong di sini. Berikut saya sertakan maps-nya:

Mini Trip: Desa Wisata Ledok Sambi, Sleman



pemandangan dari atas

Sejak pagi langit Yogyakarta gelap pekat namun udaranya sejuk, pas banget buat jalan-jalan. Mini trip kali ini kami pergi bertiga: saya, Kezia, dan Mas Grad. Jadi habis kebaktian Gereja, kami menyantap soto sambil merencanakan mau pergi kemana. Ada beberapa pilihan tujuan yaitu pantai, candi, atau ke Kaliurang. Akhirnya kami memilih pergi ke Kaliurang. Di tengah perjalanan, kami malah terpikir untuk mengunjungi desa wisata yang ada sungainya, jadi kami bisa mainan air disitu. Akhirnya setelah lihat instagram @ledoksambi, kami memutuskan untuk pergi ke sana. Akun instagram desa wisata Ledok Sambi ini merupakan salah satu cara kreatif pemanfaatan media sosial untuk menggaet wisatawan. 

Tak sulit menemukan desa wisata ini, cukup lurus saja mengikuti Jalan Kaliurang, nanti desa wisata Ledok Sambi ada di kanan jalan. Bisa juga menggunakan Google Maps kalau memang kesulitan. Ada plang-plang penunjuk jalan di sepanjang jalan desa yang memudahkan pengunjung menemukan tempat tujuan. Udaranya sejuk, banyak terdapat pepohonan dimana-mana. Untuk menuju sungainya, kita harus menuruni anak tangga terlebih dahulu. Walaupun hari Minggu namun tidak banyak pengunjung di desa wisata Ledok Sambi ini. Hal ini merupakan keuntungan bagi kami karena bisa bermain air sepuasnya :p


Kezia the explorer


Sebelum saya dan Mas Grad ikutan nyebur :p 



Sungai di desa wisata Ledok Sambi
Hati-hati saat bermain di sungai, batunya licin sehingga gampang membuat terpeleset. Sungainya tidak dalam kok.


the trio

Untuk masuk ke Desa Wisata Ledok Sambi, tidak dipungut biaya masuk maupun parkir. Bisa main di sungai sepuasnya juga. Kecuali kalau memang mau mengadakan acara semacam outbond/camping bisa langsung kontak pengurus desa wisata tersebut.

Berikut saya sertakan mapsnya:



Spontaneous Trip to Mangol Kencana

Sebenarnya saya melakukan perjalanan ini sudah pada bulan Agustus 2015 yang lalu namun saya baru sempat menuliskannya sekarang.  Saat itu teman dekat saya menghubungi melalui Whatsapp. Ia mengirim foto Gardu Pandang Mangol Kencana dan berencana mengajak saya ke sana. Awalnya saya berkeras tidak mau karena mengira tempat itu jauh sedangkan hari sudah menjelang sore. Namun karena perasaan bosan di rumah dan tidak ada pekerjaan penting yang harus dilakukan, akhirnya saya memutuskan untuk mengiyakan ajakan tersebut. Kami mengejar senja.



Pemandangan dari gardu pandang




Matahari yang mulai tenggelam terlihat jelas saat cuaca cerah



Gardu Pandang Mangol Kencana berada di daerah Patuk, Gunungkidul. Sayangnya saya kurang mengerti alamat pastinya. Tempat ini tergolong masih sangat baru dan jalanannya masih berupa tanah dan melewati pekarangan-pekarangan rumah warga. Sudah ada plang penunjuk jalan sehingga kita tidak perlu kebingungan mencari-cari. Kelebihan tempat ini yaitu lahan parkirnya yang luas dan ada beberapa gubug yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan hamparan sawah dari ketinggian di Gardu Pandang Mangol Kencana ini. Sayangnya belum ada daya tarik lain di tempat ini selain melihat matahari terbit dan tenggelam.












Selamat Ulang Tahun, Kezia!




Dahulu malam-malam tanggal 25 Juli 2003, Papa membangunkan tidurku untuk membawaku menemuimu. Saat itu aku hanya sekilas melihatmu melalui dinding kaca, berjajar pulas dengan belasan bayi lainnya. Ku jenguk Ibu sebentar, melihat perutnya yang dibalut perban putih bekas karya para dokter yang dibuat sebagai jalan keluarmu. 

Sampai di rumah, Papa tak lekas berstirahat. Ia menggali tanah sebelah barat rumah kita untuk menanam ari-ari mu. Menuruti kehendak Eyang, Papa meminta buku dan pensilku untuk dimasukkan bersama di dalam lubang itu. Katanya agar kelak menjadi anak pandai. Itulah saat pertama aku jengkel padamu. Masih kuingat bahwa buku dan pensil itu berwarna hijau kesukaanku.

Sampai sekarang pun aku juga masih sering jengkel padamu. Kita selalu serupa. Sampai saat membeli baju pun kamu hanya berkata "kayak kakak". Jengkelku bukan berarti tidak suka. Aku tau itu tanda sayangmu padaku.






Saat Papa atau Ibu marah, kita selalu ada untuk membela satu sama lain. Saat Papa ingin mencium kita, bersama-sama kita berlari menjauh. Malam hari, kita tak pernah melewatkan saling membisikkan ucapan selamat tidur. Kompak.
Kebiasaan kita yang sering bertengkar pasti membuat lelah Papa dan Ibu untuk terus mengingatkan dan melerai. Padahal tanpa mereka tahu, kita tak butuh waktu lama untuk kembali berpelukan dan tidur siang bersama.
Sabtu dan Minggu pagi merupakan hari yang menyenangkan karena disitulah kita biasa mengisi TTS berdua, dengan penuh gaduh kita mencari kartu pos, dan bersepeda bersama untuk mengirimnya.
Baru saja kamu memasuki sekolah di tingkat yang lebih tinggi. Jaga dirimu. Pandailah memilih teman dan aktivitas yang baik. Akan ada saatnya, ketika Kakak dan kamu terpisah jarak, demi untuk mencapai impian. Ketahuilah, aku akan selalu merindumu, memikirkanmu. Aku akan selalu rindu pelukanmu, dan usapan tanganmu di punggungku yang mengolesiku dengan minyak. Kakakmu ini memang masuk anginan :3

Kezia, selamat ulang tahun. 12 tahun usiamu. Semoga sehat bahagia selalu, berpikir dan berkelakuan semakin baik. I love you, I'll never stop.

Review: CLEAN & CLEAR


Sudah setengah tahun lebih saya bemasalah dengan munculnya banyak jerawat di wajah. Jerawat ini pun datangnya tak tanggung-tanggung, langsung gerombolan, besar, dan merah. Semenjak masa puber, baru kali ini punya jerawat yang susah sekali hilangnya. Setelah sembuh satu, muncul lagi yang lain. Setau saya jerawat itu bisa datang karena banyak hal, misalnya karena banyak makan makanan yang tidak sehat, kurang sayur dan buah, sarung bantal yang kotor, atau wajah yang tidak dirawat kebersihannya. Ibu saya rutin memasak sayur dan saya suka membeli buah-buahan, rasanya kok tidak mungkin kalau hal ini menjadi penyebab munculnya si jerawat. Sarung bantal, guling, seprai pun rutin diganti. Nah untuk kebersihan wajah? Saya memang orang yang tidak terlalu memperhatikan produk-produk untuk wajah, bahkan untuk cuci muka saja saya menggunakan sabun mandi. Kalau wajah berminyak setelah aktivitas paling cuma saya lap memakai tisu. Kemalasan dan kecerobohan saya ini yang kemudian membuat saya mulai memperhatikan kebersihan dan kebutuhan kulit wajah dengan mencari sabun cuci muka yang cocok. Saya tahu Clean & Clear dari iklan di tv yang menampilkan beberapa anak remaja perempuan dengan muka imut mulus tak berjerawat. Iseng lah saya membeli Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash yang ukuran kecil sekedar untuk coba-coba. Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash ini berwarna oranye, terletak di paling kanan dalam foto di atas.
Berikut tulisan yang ada di botolnya:
Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash, oil-free, tidak menyumbat pori. Membersihkan tanpa menyebabkan kulit kering. Membantu mencegah jerawat, minyak berlebih, dan komedo.
Busanya banyak, wanginya netral cenderung seperti sabun antibakteri, tidak perih di wajah. Awal pemakaian memang masih belum terlihat efeknya karena mungkin masih tahap penyesuaian dengan kulit. Biasanya setelah cuci muka dengan Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash, saya memakai obat jerawat dari Sariayu, kapan-kapan akan saya review. Setelah sekitar 3 hari jerawat saya mulai berangsur kering dan berkurang.

Setelah botol kecil tadi habis rencananya saya mau membeli lagi dengan botol ukuran besar namun produk Clean & Clear yang ada di rak hanya Clean & Clear Fruit Essentials Facial Cleanser Brightening Lemon, Apple, dan Berry. Nah karena saya sudah mencari ke dua minimarket berbeda namun tetap tidak ada produk yang saya maksud, jadi saya memutuskan untuk membeli yang lemon. Clean & Clear Fruit Essentials Facial Cleanser Brightening Lemon ini tidak seperti produk sebelumnya, terdapat butiran-butiran dalam gelnya, berwarna kuning, terletak di paling kiri dalam foto di atas.
Berikut tulisan yang ada di botolnya:
Clean & Clear Fruit Essentials Facial Cleanser Brightening Lemon, oil-free, won’t clog pores, with bursting beads natural lemon extracts brighten skin.
Busanya banyak tetapi saat dibasuh dengan air masih terasa licin. Saya tidak suka sabun yang meninggalkan efek licin di kulit karena terasa tidak benar-benar bersih. Jadi setelah produk ini habis, saya tidak akan membelinya lagi. Saya lebih cocok menggunakan Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash, untungnya saya sudah mendapatkannya lagi. Yes.

Tidak berhenti pada sabun cuci muka, saya kemudian mencari produk Clean & Clear lainnya yang sekiranya cocok untuk menangkal jerawat-jerawat nakal. Saya pun mencoba Clean & Clear Essentials Oil-Control Toner untuk membersihkan wajah.
Berikut tulisan yang ada di botolnya:
Clean & Clear Essentials Oil-Control Toner, oil-free, tidak menyumbat pori. Bekerja ke dalam pori untuk membersihkan minyak, membantu mencegah jerawat, minyak berlebih, dan komedo.
Baunya enak, dapat membuat rileks, jadi semangat untuk membersihkan wajah. Clean & Clear Essentials Oil-Control Toner ini terletak di tengah dalam foto di atas. Karena merasa cocok rencananya saya mau membeli yang ukuran besar untuk persediaan di rumah, dan botol kecil itu untuk dibawa kemana-mana. Sejauh ini saya sukaaaa dengan produk Clean & Clear.

[Buku] THE STORY OF DOGS




Hai! Sebagai selingan dan singkat saja, kali ini saya mau bercerita tentang salah satu buku yang paling "berkesan" bagi saya ^^ sudah sejak lama saya menjadi followers mbak @AlberthieneE. pembaca mana yang tidak tahu tentangnya? saya sendiri memfollow beliau karena beliau seorang penulis hebat dan foto-foto lucu anjing-anjingnya.
saya lupa kapan tepatnya, yang pasti saat itu setelah membaca tweet beliau saya langsung menulis cerita pendek tentang anjing.
awalnya saya tak yakin kalau tulisan saya bisa ikut dalam buku beliau, namun tak disangka saya bisa menjadi bagian buku The Story of Dogs.






Ciao!
@elizabethgrs

[Song] Sara Haze


Bloggy, pertama kali saya tahu tentang Sara Haze yaitu dari film Safe Haven. Kebetulan lagunya menjadi salah satu soundtrack di film tersebut. Lirik dan jenis lagu yang sejalan dengan selera saya membuat saya menjadi salah satu fans-nya :) Beberapa lagu Sara Haze yang saya suka:

1. Moonshine
"...Cars and stop signs
Streets that look like concrete rivers going nowhere
Were surrounded lets surrender
Run away right into thin air
Boy take my hand lets disappear too many city lights round here
Follow my heart into the trees under the stars
We can lose ourselves in the midnight
We can find our way in the sunrise
Grab a mason jar full of fireflies to be our light
Look in my eyes, you got the moon, I've got the shine..."



2. I Want You Anyway
nah yang satu ini favorit saya :D
"...who you love is like watching the sunset, so beautiful going down
it's gonna get dark and everybody knows it, who you love is like watching the sunset..."



3. Every Heart
"...every heart has a story to tell..."



Ah, saya yakin sebentar lagi ia bisa go international.hihi.. Ohya kalau mau tahu lebih banyak, bisa juga lihat websitenya Sara Haze. Have a nice weekend bloggy!


the amatir singer,
@elizabethgrs

who, what, read

image from here

"...baca Kitab Suci, doa tiap hari kalau mau tumbuuuh..."
petikan lagu tersebut kerap dinyanyikan oleh anak-anak di Gereja. Nah berhubungan dengan baca-kitab-suci, dini hari ini saya mau berbagi salah satu ayat indah dari Yohanes 14:14 :
"Jika kamu meminta sesuatu kepada-Ku dalam nama-Ku, Aku akan melakukannya."
He's totally great. God bless you, bloggy :)

insomnia girl,
@elizabethgrs

Love Me or Love Me Not



Dear lovely bloggy..it's my first post in August..yeaaay ;)
saya mau sedikit share tentang relationship thingy yang tiba-tiba mengganggu pikiran saya dini hari yang dingin seperti ini :o Eitts.. ini bukan sesi curhat, ehm, jadi pemeran utamanya belum tentu saya ya :p Bukan hal yang terlalu serius tetapi perlu diperhatikan agar tidak menjadi masalah serius :) 
Baik kita mulai dengan pertanyaan: 
Apakah Anda memiliki akun media sosial? Pernahkah kekasih Anda cemburu pada siapapun-teman-Anda di media sosial itu? Apakah salah untuk cemburu? Bukankah cemburu katanya tanda cinta? ah, pertanyaan terakhir memang konyol, lupakan.
Tetapi menurut saya, seseorang yang memiliki hubungan harus saling menjaga perasaan pasangannya terlebih di ranah media sosial, dimana segala sesuatu dapat menjadi hal yang sangat sensitif. Tidak ada yang salah dari rasa cemburu, hanya bagaimana kita mengontrolnya agar tidak berlebihan dan tidak membuat muak pasangan. Lagi pula tidak semua teman di media sosial dapat dikenalkan pada pasangan bukan? Entah teman sekolah, teman kuliah, teman satu gereja, atau teman kantor :) Tulisan dan bahasa yang digunakan dalam media sosial juga sering memiliki persepsi yang berbeda tiap orang yang membacanya. Makanya penting untuk menjaga kepercayaan. Selama masa menjalin hubungan pasti satu sama lain juga sudah mengenal karakter pasangannya, hal apa yang membuatnya tertawa bahagia, hal yang tidak ia suka, dll. Namun adalah salah jika Anda "bersekongkol" dengan teman agar tidak menunjukkan sesuatu-apapun itu di media sosial sehingga pasangan tidak tahu, tidak cemburu, dan tidak menimbulkan masalah atau pertengkaran. Memang hal itu bisa digunakan untuk mencari amannya saja, tetapi sadar atau tidak, Anda membuat pasangan menjadi jelek dimata teman anda. You degrading her/him. Daripada tidak jujur seperti itu, tinggal beri pilihan saja: love me or love me not. Bagi saya, muak untuk membayangkan terus-terusan hidup dalam kebohongan dan "persekongkolan" seperti itu :)


good night good morning,
@elizabeth9race J

Love Conquers Anger



hiyaaak..long time no see bussy bloggy!! kali ini saya mau membagi cerita yang mungkin "biasa saja", tetapi sangat "ngena" buat saya.
this is a true story between me and my little sister.

Setiap malam sebelum tidur, saya dan adik mempunyai kebiasaan yang tidak pernah lupa dilakukan bahkan sudah menjadi ritual khusus pengantar tidur bagi kami yaitu saling mencium pipi dan mengucapkan "i love you". Sayangnya karena sempat marahan dan sama-sama gengsi untuk minta maaf, kami tidak berbicara satu sama lain sampai waktu menjelang ia tidur. Saya kira ia akan masuk kamar dan tidur begitu saja, namun ternyata saya salah. Saya menerima smsnya yang berbunyi: "dada kak. i love you :* aku mau tidur "
Ahh, manis bukan?
Malu rasanya mengingat saya---sebagai kakak---tidak mencoba meminta maaf terlebih dahulu, padahal yang kami ributkan juga termasuk masalah sepele. Duh!
Saya yakin cinta dapat mengalahkan kemarahan, seperti yang dilakukan adik saya, ia mengalahkan egonya untuk tetap menunjukkan kasihnya pada saya. Kakaknya. Kali ini saya harus benar-benar belajar darinya :)

Ada satu quotes dari Gautama Buddha yang saya dapat dari sini :
"Conquer anger by love, evil by good; conquer the miser with liberality, and the liar with truth."


                                                                                                                                      a proud sister,
Beth

[Buku]: Pondok Baca Kembali ke Semarang Oleh Nh. Dini

Tahun 1980 Dini kembali ke Tanah Air.
Setelah beberapa tahun mondar-mandir antara Jakarta dan Semarang, pada tahun 1985 Dini menetap di kota asalnya, pulang ke Kampung Sekayu. Di sana dia mendirikan taman bacaan yang dinamakan Pondok Baca Nh. Dini atau disingkat PB, dilayankan kepada para pra-remaja dan remaja sekitar. Berkat bantuan teman-teman dan saudara-saudaranya, usaha nirlaba tersebut berjalan lancar. Di sela-sela mengawasi anggota PB yang membaca dan mengerjakan Latihan-Latihan Bahasa, Dini meneruskan kegiatannya menulis novel dan cerita pendek.Namun kehidupan tidak semulus yang dia harapkan. Banjir dan tanah longsor sempat nyaris mematahkan semangat hidupnya. Gangguan bencana alam tersebut memaksa Dini pindah tempat tinggal hingga 3 kali: dari Kampung Sekayu ke Griya Pandana Merdeka di Ngalian, lalu mengungsi kembali ke Sekayu, kemudian ke Perumahan Beringin Indah di Ngalian juga. Dia mampu menyandang pengalaman tersebut sebagian besar berkat bantuan Kedutaan Besar Selandia Baru dan lingkungan dekatnya, ialah saudara-saudaranya dan para anggota Rotary Club Semarang Kunthi. Dini menjadi anggota perkumpulan bergengsi itu sejak masa tinggalnya di Kampung Sekayu.Berkat kegiatannya sebagai pengelola Pondok Baca, Dini dihubungi oleh Plan International, sebuah organisasi yang mengatur perkenalan antara pasangan suami-istri di seluruh dunia dan dan anak asuh di negara-negara yang sedang berkembang. Plan International di Kupang Timur menawarkan kerja sama kepada Dini.Semua tampak nyaman, segalanya terasa seakan-akan berlangsung damai seterusnya. Namun selalu terjadi perubahan-perubahan dalam kehidupan manusia.Menjelang tahun 1998, Dini juga terkena imbas perubahan itu. Era yang disebut Reformasi melanda diri dan lingkungannya ....


Judul                     : Pondok Baca Kembali ke Semarang
Penulis                  : Nh. Dini
Penerbit                : PT Gramedia Pustaka Utama
Desain Sampul      : Mulyono
Perwajahan Isi      : Sukoco
Tebal                    : 256
ISBN                   : 978-979-22-6635-1
Cetakan Pertama  : Februari 2011
Harga                   : Rp 45.000, 00

Seperti buku Seri Cerita Kenangan lain yang sudah terlebih dahulu ditulisnya, kali ini Bu Dini menceritakan tentang kehidupannya sekembalinya dari luar negeri. Setelah pulang dari Prancis, Bu Dini memapankan dirinya untuk kembali tinggal di rumah peninggalan orangtuanya di Kampung Sekayu. Bu Dini menempati bagian belakang rumah itu yang sebelumnya telah direnovasi menurut keinginan beliau. Dari situlah juga awal mula Pondok Baca berdiri. Namun karena beberapa hal yang membuatnya tak lagi nyaman tinggal disitu, beliau memutuskan pindah dan membangun rumah di Griya Pandana Merdeka dengan membawa serta Pondok Bacanya. Bu Dini kembali merasa nyaman dan senang tinggal di rumah barunya itu, apalagi pemandangan Laut Jawa juga tersuguh langsung dari rumahnya. Berbagai kegiatan selain menulis tetap beliau jalankan, salah satunya bergabung bersama Rotary Club Semarang Kunthi dan mengisi acara-acara sebagai pembicara. Cobaan seakan belum berhenti menguntit beliau. Cuaca buruk di Semarang mengakibatkan tanah longsor dan banjir, rumah yang ditinggali Bu Dini pun menjadi salah satu korbannya. Untungnya masih banyak barang yang dapat diselamatkan, dan untuk sementara beliau tinggal kembali di Kampung Sekayu. Dengan berbagai kemurahan hati para sahabat dan relasi, Bu Dini dapat membangun rumah dan Pondok Baca lagi di tempat yang berbeda yaitu di Beringin Indah. Perjumpaannya dengan anak-anaknya, Lintang dan Padang, semakin membuat kekayaan batinnya menumpuk. Era reformasi juga berimbas pada kondisi keuangannya namun beliau tetap dapat bertahan hidup, bahkan mampu menampung beberapa mahasiswa yang kesulitan pulang ke daerah asalnya karena keganasan dan kekacauan situasi saat itu. Setiap kisah hidup beliau mempunyai makna dan pelajaran tersendiri bagi saya. Saya mengenal karya-karya Nh. Dini semenjak duduk di bangku SMP. Dari situlah saya menjadi salah satu penggemar berat beliau. Ada satu keinginan untuk bertemu langsung dengan beliau, dan semoga impian itu dapat segera terwujud ;)
Ohya, beberapa kesalahan ketik juga saya temukan, diataranya: 

Hlm. 9: Ketka aku masih tinggal… seharusnya Ketika aku masih tinggal…

Hlm. 131: Baca seri cerita kenangan: Langit dan Buni Sahabat Kami seharusnya Langit dan Bumi Sahabat Kami

Hlm. 141: …tempat anakkku tinggal.. seharusnya ...tempat anakku tinggal...

Hlm. 249: …membeli sebanyak mungkin. buah-buah lerak yang bisa dia temukan. seharusnya …membeli sebanyak mungkin buah-buah lerak yang bisa dia temukan.

books, struggle-ing, and the distance



Holla busy people!
Sebagai salah satu books-holic stadium akhir, saya mau berbagi cerita tentang perjuangan mendapat buku-buku impian yang sudah susah didapatkan.
Awalnya saya ngefans sama salah satu penulis bernama Gama Harjono karena pengalaman-pengalaman kerennya di negeri Italia, my favorite country too. Nah ternyata dua novelnya telah terbit beberapa tahun yang lalu dan saya ingin memilikinya. Mudah-mudahan belum terlambat untuk mencarinya, pikirku. Saya sudah cari ke beberapa toko buku di pusat kota tetapi hasilnya nihil. Saya nekat hampir memesan buku itu secara online ke penerbitnya, sampai saat ibu mengajak saya ke salah satu toko buku di pinggiran kota yang jaraknya cukup jauh dari rumah saya. Dan jreeng..jreeng..ada buku Lupakan Palermo dan The Journeys, including him as a writer. Happy!
Setelah melanjutkan melihat-lihat koleksi lain, eh nemu juga bukunya Nh. Dini yang sekarang juga jarang ditemukan di toko buku besar. Sebagai penggemar berat Nh. Dini sejak saya masih SMP, langsung saja saya ambil buku itu. Tuhan berbaik hati memberi kemudahan mendapatkan buku-buku yang bagi saya sudah langka itu. Kesabaran, perjuangan keluar masuk toko buku, dan jarak jauh yang ditempuh berbuah manis dengan mendapat buku-buku tersebut. Thank God.
Sebenarnya saat ini masih ada dua buku (yang sudah sulit ditemukan di toko buku) yang masih saya cari, sembari mengumpulkan rupiah untuk terus memenuhi hasrat membaca saya ;) 
Keep reading! 

@elizabeth9race J