Tampilkan postingan dengan label review. Tampilkan semua postingan

Review: CLEAN & CLEAR


Sudah setengah tahun lebih saya bemasalah dengan munculnya banyak jerawat di wajah. Jerawat ini pun datangnya tak tanggung-tanggung, langsung gerombolan, besar, dan merah. Semenjak masa puber, baru kali ini punya jerawat yang susah sekali hilangnya. Setelah sembuh satu, muncul lagi yang lain. Setau saya jerawat itu bisa datang karena banyak hal, misalnya karena banyak makan makanan yang tidak sehat, kurang sayur dan buah, sarung bantal yang kotor, atau wajah yang tidak dirawat kebersihannya. Ibu saya rutin memasak sayur dan saya suka membeli buah-buahan, rasanya kok tidak mungkin kalau hal ini menjadi penyebab munculnya si jerawat. Sarung bantal, guling, seprai pun rutin diganti. Nah untuk kebersihan wajah? Saya memang orang yang tidak terlalu memperhatikan produk-produk untuk wajah, bahkan untuk cuci muka saja saya menggunakan sabun mandi. Kalau wajah berminyak setelah aktivitas paling cuma saya lap memakai tisu. Kemalasan dan kecerobohan saya ini yang kemudian membuat saya mulai memperhatikan kebersihan dan kebutuhan kulit wajah dengan mencari sabun cuci muka yang cocok. Saya tahu Clean & Clear dari iklan di tv yang menampilkan beberapa anak remaja perempuan dengan muka imut mulus tak berjerawat. Iseng lah saya membeli Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash yang ukuran kecil sekedar untuk coba-coba. Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash ini berwarna oranye, terletak di paling kanan dalam foto di atas.
Berikut tulisan yang ada di botolnya:
Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash, oil-free, tidak menyumbat pori. Membersihkan tanpa menyebabkan kulit kering. Membantu mencegah jerawat, minyak berlebih, dan komedo.
Busanya banyak, wanginya netral cenderung seperti sabun antibakteri, tidak perih di wajah. Awal pemakaian memang masih belum terlihat efeknya karena mungkin masih tahap penyesuaian dengan kulit. Biasanya setelah cuci muka dengan Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash, saya memakai obat jerawat dari Sariayu, kapan-kapan akan saya review. Setelah sekitar 3 hari jerawat saya mulai berangsur kering dan berkurang.

Setelah botol kecil tadi habis rencananya saya mau membeli lagi dengan botol ukuran besar namun produk Clean & Clear yang ada di rak hanya Clean & Clear Fruit Essentials Facial Cleanser Brightening Lemon, Apple, dan Berry. Nah karena saya sudah mencari ke dua minimarket berbeda namun tetap tidak ada produk yang saya maksud, jadi saya memutuskan untuk membeli yang lemon. Clean & Clear Fruit Essentials Facial Cleanser Brightening Lemon ini tidak seperti produk sebelumnya, terdapat butiran-butiran dalam gelnya, berwarna kuning, terletak di paling kiri dalam foto di atas.
Berikut tulisan yang ada di botolnya:
Clean & Clear Fruit Essentials Facial Cleanser Brightening Lemon, oil-free, won’t clog pores, with bursting beads natural lemon extracts brighten skin.
Busanya banyak tetapi saat dibasuh dengan air masih terasa licin. Saya tidak suka sabun yang meninggalkan efek licin di kulit karena terasa tidak benar-benar bersih. Jadi setelah produk ini habis, saya tidak akan membelinya lagi. Saya lebih cocok menggunakan Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash, untungnya saya sudah mendapatkannya lagi. Yes.

Tidak berhenti pada sabun cuci muka, saya kemudian mencari produk Clean & Clear lainnya yang sekiranya cocok untuk menangkal jerawat-jerawat nakal. Saya pun mencoba Clean & Clear Essentials Oil-Control Toner untuk membersihkan wajah.
Berikut tulisan yang ada di botolnya:
Clean & Clear Essentials Oil-Control Toner, oil-free, tidak menyumbat pori. Bekerja ke dalam pori untuk membersihkan minyak, membantu mencegah jerawat, minyak berlebih, dan komedo.
Baunya enak, dapat membuat rileks, jadi semangat untuk membersihkan wajah. Clean & Clear Essentials Oil-Control Toner ini terletak di tengah dalam foto di atas. Karena merasa cocok rencananya saya mau membeli yang ukuran besar untuk persediaan di rumah, dan botol kecil itu untuk dibawa kemana-mana. Sejauh ini saya sukaaaa dengan produk Clean & Clear.

[Buku]: Pondok Baca Kembali ke Semarang Oleh Nh. Dini

Tahun 1980 Dini kembali ke Tanah Air.
Setelah beberapa tahun mondar-mandir antara Jakarta dan Semarang, pada tahun 1985 Dini menetap di kota asalnya, pulang ke Kampung Sekayu. Di sana dia mendirikan taman bacaan yang dinamakan Pondok Baca Nh. Dini atau disingkat PB, dilayankan kepada para pra-remaja dan remaja sekitar. Berkat bantuan teman-teman dan saudara-saudaranya, usaha nirlaba tersebut berjalan lancar. Di sela-sela mengawasi anggota PB yang membaca dan mengerjakan Latihan-Latihan Bahasa, Dini meneruskan kegiatannya menulis novel dan cerita pendek.Namun kehidupan tidak semulus yang dia harapkan. Banjir dan tanah longsor sempat nyaris mematahkan semangat hidupnya. Gangguan bencana alam tersebut memaksa Dini pindah tempat tinggal hingga 3 kali: dari Kampung Sekayu ke Griya Pandana Merdeka di Ngalian, lalu mengungsi kembali ke Sekayu, kemudian ke Perumahan Beringin Indah di Ngalian juga. Dia mampu menyandang pengalaman tersebut sebagian besar berkat bantuan Kedutaan Besar Selandia Baru dan lingkungan dekatnya, ialah saudara-saudaranya dan para anggota Rotary Club Semarang Kunthi. Dini menjadi anggota perkumpulan bergengsi itu sejak masa tinggalnya di Kampung Sekayu.Berkat kegiatannya sebagai pengelola Pondok Baca, Dini dihubungi oleh Plan International, sebuah organisasi yang mengatur perkenalan antara pasangan suami-istri di seluruh dunia dan dan anak asuh di negara-negara yang sedang berkembang. Plan International di Kupang Timur menawarkan kerja sama kepada Dini.Semua tampak nyaman, segalanya terasa seakan-akan berlangsung damai seterusnya. Namun selalu terjadi perubahan-perubahan dalam kehidupan manusia.Menjelang tahun 1998, Dini juga terkena imbas perubahan itu. Era yang disebut Reformasi melanda diri dan lingkungannya ....


Judul                     : Pondok Baca Kembali ke Semarang
Penulis                  : Nh. Dini
Penerbit                : PT Gramedia Pustaka Utama
Desain Sampul      : Mulyono
Perwajahan Isi      : Sukoco
Tebal                    : 256
ISBN                   : 978-979-22-6635-1
Cetakan Pertama  : Februari 2011
Harga                   : Rp 45.000, 00

Seperti buku Seri Cerita Kenangan lain yang sudah terlebih dahulu ditulisnya, kali ini Bu Dini menceritakan tentang kehidupannya sekembalinya dari luar negeri. Setelah pulang dari Prancis, Bu Dini memapankan dirinya untuk kembali tinggal di rumah peninggalan orangtuanya di Kampung Sekayu. Bu Dini menempati bagian belakang rumah itu yang sebelumnya telah direnovasi menurut keinginan beliau. Dari situlah juga awal mula Pondok Baca berdiri. Namun karena beberapa hal yang membuatnya tak lagi nyaman tinggal disitu, beliau memutuskan pindah dan membangun rumah di Griya Pandana Merdeka dengan membawa serta Pondok Bacanya. Bu Dini kembali merasa nyaman dan senang tinggal di rumah barunya itu, apalagi pemandangan Laut Jawa juga tersuguh langsung dari rumahnya. Berbagai kegiatan selain menulis tetap beliau jalankan, salah satunya bergabung bersama Rotary Club Semarang Kunthi dan mengisi acara-acara sebagai pembicara. Cobaan seakan belum berhenti menguntit beliau. Cuaca buruk di Semarang mengakibatkan tanah longsor dan banjir, rumah yang ditinggali Bu Dini pun menjadi salah satu korbannya. Untungnya masih banyak barang yang dapat diselamatkan, dan untuk sementara beliau tinggal kembali di Kampung Sekayu. Dengan berbagai kemurahan hati para sahabat dan relasi, Bu Dini dapat membangun rumah dan Pondok Baca lagi di tempat yang berbeda yaitu di Beringin Indah. Perjumpaannya dengan anak-anaknya, Lintang dan Padang, semakin membuat kekayaan batinnya menumpuk. Era reformasi juga berimbas pada kondisi keuangannya namun beliau tetap dapat bertahan hidup, bahkan mampu menampung beberapa mahasiswa yang kesulitan pulang ke daerah asalnya karena keganasan dan kekacauan situasi saat itu. Setiap kisah hidup beliau mempunyai makna dan pelajaran tersendiri bagi saya. Saya mengenal karya-karya Nh. Dini semenjak duduk di bangku SMP. Dari situlah saya menjadi salah satu penggemar berat beliau. Ada satu keinginan untuk bertemu langsung dengan beliau, dan semoga impian itu dapat segera terwujud ;)
Ohya, beberapa kesalahan ketik juga saya temukan, diataranya: 

Hlm. 9: Ketka aku masih tinggal… seharusnya Ketika aku masih tinggal…

Hlm. 131: Baca seri cerita kenangan: Langit dan Buni Sahabat Kami seharusnya Langit dan Bumi Sahabat Kami

Hlm. 141: …tempat anakkku tinggal.. seharusnya ...tempat anakku tinggal...

Hlm. 249: …membeli sebanyak mungkin. buah-buah lerak yang bisa dia temukan. seharusnya …membeli sebanyak mungkin buah-buah lerak yang bisa dia temukan.