Tampilkan postingan dengan label sister. Tampilkan semua postingan

Selamat Ulang Tahun, Kezia!




Dahulu malam-malam tanggal 25 Juli 2003, Papa membangunkan tidurku untuk membawaku menemuimu. Saat itu aku hanya sekilas melihatmu melalui dinding kaca, berjajar pulas dengan belasan bayi lainnya. Ku jenguk Ibu sebentar, melihat perutnya yang dibalut perban putih bekas karya para dokter yang dibuat sebagai jalan keluarmu. 

Sampai di rumah, Papa tak lekas berstirahat. Ia menggali tanah sebelah barat rumah kita untuk menanam ari-ari mu. Menuruti kehendak Eyang, Papa meminta buku dan pensilku untuk dimasukkan bersama di dalam lubang itu. Katanya agar kelak menjadi anak pandai. Itulah saat pertama aku jengkel padamu. Masih kuingat bahwa buku dan pensil itu berwarna hijau kesukaanku.

Sampai sekarang pun aku juga masih sering jengkel padamu. Kita selalu serupa. Sampai saat membeli baju pun kamu hanya berkata "kayak kakak". Jengkelku bukan berarti tidak suka. Aku tau itu tanda sayangmu padaku.






Saat Papa atau Ibu marah, kita selalu ada untuk membela satu sama lain. Saat Papa ingin mencium kita, bersama-sama kita berlari menjauh. Malam hari, kita tak pernah melewatkan saling membisikkan ucapan selamat tidur. Kompak.
Kebiasaan kita yang sering bertengkar pasti membuat lelah Papa dan Ibu untuk terus mengingatkan dan melerai. Padahal tanpa mereka tahu, kita tak butuh waktu lama untuk kembali berpelukan dan tidur siang bersama.
Sabtu dan Minggu pagi merupakan hari yang menyenangkan karena disitulah kita biasa mengisi TTS berdua, dengan penuh gaduh kita mencari kartu pos, dan bersepeda bersama untuk mengirimnya.
Baru saja kamu memasuki sekolah di tingkat yang lebih tinggi. Jaga dirimu. Pandailah memilih teman dan aktivitas yang baik. Akan ada saatnya, ketika Kakak dan kamu terpisah jarak, demi untuk mencapai impian. Ketahuilah, aku akan selalu merindumu, memikirkanmu. Aku akan selalu rindu pelukanmu, dan usapan tanganmu di punggungku yang mengolesiku dengan minyak. Kakakmu ini memang masuk anginan :3

Kezia, selamat ulang tahun. 12 tahun usiamu. Semoga sehat bahagia selalu, berpikir dan berkelakuan semakin baik. I love you, I'll never stop.

Love Conquers Anger



hiyaaak..long time no see bussy bloggy!! kali ini saya mau membagi cerita yang mungkin "biasa saja", tetapi sangat "ngena" buat saya.
this is a true story between me and my little sister.

Setiap malam sebelum tidur, saya dan adik mempunyai kebiasaan yang tidak pernah lupa dilakukan bahkan sudah menjadi ritual khusus pengantar tidur bagi kami yaitu saling mencium pipi dan mengucapkan "i love you". Sayangnya karena sempat marahan dan sama-sama gengsi untuk minta maaf, kami tidak berbicara satu sama lain sampai waktu menjelang ia tidur. Saya kira ia akan masuk kamar dan tidur begitu saja, namun ternyata saya salah. Saya menerima smsnya yang berbunyi: "dada kak. i love you :* aku mau tidur "
Ahh, manis bukan?
Malu rasanya mengingat saya---sebagai kakak---tidak mencoba meminta maaf terlebih dahulu, padahal yang kami ributkan juga termasuk masalah sepele. Duh!
Saya yakin cinta dapat mengalahkan kemarahan, seperti yang dilakukan adik saya, ia mengalahkan egonya untuk tetap menunjukkan kasihnya pada saya. Kakaknya. Kali ini saya harus benar-benar belajar darinya :)

Ada satu quotes dari Gautama Buddha yang saya dapat dari sini :
"Conquer anger by love, evil by good; conquer the miser with liberality, and the liar with truth."


                                                                                                                                      a proud sister,
Beth