Tampilkan postingan dengan label food. Tampilkan semua postingan

Culinary: Omah Kecebong



Omah Kecebong

Ini review yang super telaaat. Saya ke Omah Kecebong sekitar bulan September 2016 yang lalu tapi baru menuliskannya sekarang hihi.

Omah Kecebong ini lokasinya di pedesaan, jadi tempatnya asri, sejuk, silir alias banyak anginnya. Ciri khas Omah Kecebong yaitu terdapat beberapa orang-orangan sawah memakai kaos dan caping (topi tradisional dari anyaman bambu) di bagian depan gubug makan ini. Bagi yang hobi foto-foto maka tempat ini cocok untuk Anda. 

Orang-orangan sawah

Selain tempat makan, Omah Kecebong juga merupakan guest house dan punya banyak koleksi tanaman holtikultura.


Kami memesan beberapa menu yaitu tumis lompong, ayam goreng, nasi bakar isi ayam, jus sirsak, dan jus mangga. Apa itu tumis lompong? Lompong adalah batang tanaman talas yang kemudian di potong-potong dan ditumis dengan berbagai bumbu. Rasanya tidak pahit, teksturnya empuk, malah seperti terong yang di tumis :O

Our late lunch: nasi bakar isi ayam, tumis lompong, ayam goreng, jus mangga, jus sirsak

Silly pose :p

Mas Grad and I at Omah Kecebong
Selain tempatnya asri dan bersih, pelayanannya juga baik. Mbak-mbak, mas-mas, hingga bapak-bapak penjaga parkiran pun ramah-ramah. Jika ingin ke tempat ini silakan ditengok dulu website Omah Kecebong di sini. Berikut saya sertakan maps-nya:

ORAK-ARIK MAKARONI TELUR


Mumpung hari Minggu dan punya waktu senggang, saya kepikiran untuk coba-coba memasak lagi. Cooking experiment kali ini saya ingin memasak orak-arik makaroni telur, resepnya saya dapatkan di sini. Bahan-bahannya sangat mudah di dapat kok, antara lain:
-makaroni 50 gram
-telur 1 butir
-bawang bombay yang diiris cincang kecil-kecil
-garam
-lada atau merica bubuk
-blueband 2 sendok makan

Cara memasak:
1. rebus makaroni sampai matang (kata ibu ciri makaroni yang sudah matang yaitu bentuknya menjadi lebih besar dan mengembang), tiriskan
2. masukkan blueband dan telur lalu diaduk-aduk, setelah itu masukkan bawang bombay cincang
3. masukkan makaroni dan tambahkan garam serta lada/merica bubuk secukupnya

Adik saya paling semangat kalau disuruh mencicipi masakan saya, entah enak ataupun tidak :D Untungnya masakan saya kali ini tidak mendapat kritikan dari ibu maupun adik. Dan lagi-lagi adik menghabiskan  masakan saya, hihi. Senang!

Happy cooking! ^^


KUE CUBIT


Sudah pernah makan kue cubit? Jujur, saya belum pernah.



Beberapa waktu yang lalu saya melihat beberapa aktris meng-upload berbagai varian kue cubit di akun instagram mereka. Saya kemudian berpikir untuk membuat kue cubit sendiri walaupun saya belum pernah membuat kue apapun sendiri selama ini. Langkah pertama yang saya lakukan yaitu mencari resep kue cubit di Google. Setelah saya baca, ternyata bahan dan cara pembuatannya tidak begitu sulit. Resep kue cubit ini saya dapatkan disini.

Alat:
-cetakan kue (saya membelinya di Toko Progo Yogyakarta, harganya sekitar 15 ribu)
-mixer
-wadah untuk mencampur adonan
-sendok

Bahan:
-100 gram tepung terigu
-3 butir telur
-100 gram gula pasir
-100 gram mentega yang dilelehkan
-1/4 sdt vanili bubuk
-1/4 sdt soda kue
-1/2 sdt baking powder
-meses atau keju sesuai selera

Cara pembuatan:
-siapkan wadah lalu masukkan 3 butir telur dan 100 gram gula pasir. Kocok terus hingga mengembang.
-masukkan tepung terigu dan aduk perlahan sampai rata
-masukkan mentega yang sudah dilelehkan, aduk.
-masukkan vanili, soda kue, dan baking powder sesuai takaran lalu aduk lagi hingga merata.
-oleskan mentega terlebih dahulu di tempat pencetak kue agar tidak lengket dan susah diambil.
-masukkan adonan pada tempat pencetak kue, gunakan api kecil agar tidak gosong.
-taburkan meses atau keju setelah kue terlihat mengembang dan matang



Sebagai pemula tentu saya mengalami kesulitan dan melupakan hal-hal kecil yang seharusnya dipersiapkan, seperti lupa membeli kuas untuk mengoleskan mentega di tempat pencetak kue sehingga saya mengoleskannya dengan sendok kecil :p bagian bawah kue cubit pun juga gosong-gosong sedikit :p
Walaupun rasanya belum seenak yang biasanya dijual di pasaran, saya tetap senang karena si adik langsung melahap 8 buah kue cubit sekaligus! :D