Tampilkan postingan dengan label travel. Tampilkan semua postingan

Mini Trip: Desa Wisata Ledok Sambi, Sleman



pemandangan dari atas

Sejak pagi langit Yogyakarta gelap pekat namun udaranya sejuk, pas banget buat jalan-jalan. Mini trip kali ini kami pergi bertiga: saya, Kezia, dan Mas Grad. Jadi habis kebaktian Gereja, kami menyantap soto sambil merencanakan mau pergi kemana. Ada beberapa pilihan tujuan yaitu pantai, candi, atau ke Kaliurang. Akhirnya kami memilih pergi ke Kaliurang. Di tengah perjalanan, kami malah terpikir untuk mengunjungi desa wisata yang ada sungainya, jadi kami bisa mainan air disitu. Akhirnya setelah lihat instagram @ledoksambi, kami memutuskan untuk pergi ke sana. Akun instagram desa wisata Ledok Sambi ini merupakan salah satu cara kreatif pemanfaatan media sosial untuk menggaet wisatawan. 

Tak sulit menemukan desa wisata ini, cukup lurus saja mengikuti Jalan Kaliurang, nanti desa wisata Ledok Sambi ada di kanan jalan. Bisa juga menggunakan Google Maps kalau memang kesulitan. Ada plang-plang penunjuk jalan di sepanjang jalan desa yang memudahkan pengunjung menemukan tempat tujuan. Udaranya sejuk, banyak terdapat pepohonan dimana-mana. Untuk menuju sungainya, kita harus menuruni anak tangga terlebih dahulu. Walaupun hari Minggu namun tidak banyak pengunjung di desa wisata Ledok Sambi ini. Hal ini merupakan keuntungan bagi kami karena bisa bermain air sepuasnya :p


Kezia the explorer


Sebelum saya dan Mas Grad ikutan nyebur :p 



Sungai di desa wisata Ledok Sambi
Hati-hati saat bermain di sungai, batunya licin sehingga gampang membuat terpeleset. Sungainya tidak dalam kok.


the trio

Untuk masuk ke Desa Wisata Ledok Sambi, tidak dipungut biaya masuk maupun parkir. Bisa main di sungai sepuasnya juga. Kecuali kalau memang mau mengadakan acara semacam outbond/camping bisa langsung kontak pengurus desa wisata tersebut.

Berikut saya sertakan mapsnya:



Spontaneous Trip to Mangol Kencana

Sebenarnya saya melakukan perjalanan ini sudah pada bulan Agustus 2015 yang lalu namun saya baru sempat menuliskannya sekarang.  Saat itu teman dekat saya menghubungi melalui Whatsapp. Ia mengirim foto Gardu Pandang Mangol Kencana dan berencana mengajak saya ke sana. Awalnya saya berkeras tidak mau karena mengira tempat itu jauh sedangkan hari sudah menjelang sore. Namun karena perasaan bosan di rumah dan tidak ada pekerjaan penting yang harus dilakukan, akhirnya saya memutuskan untuk mengiyakan ajakan tersebut. Kami mengejar senja.



Pemandangan dari gardu pandang




Matahari yang mulai tenggelam terlihat jelas saat cuaca cerah



Gardu Pandang Mangol Kencana berada di daerah Patuk, Gunungkidul. Sayangnya saya kurang mengerti alamat pastinya. Tempat ini tergolong masih sangat baru dan jalanannya masih berupa tanah dan melewati pekarangan-pekarangan rumah warga. Sudah ada plang penunjuk jalan sehingga kita tidak perlu kebingungan mencari-cari. Kelebihan tempat ini yaitu lahan parkirnya yang luas dan ada beberapa gubug yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan hamparan sawah dari ketinggian di Gardu Pandang Mangol Kencana ini. Sayangnya belum ada daya tarik lain di tempat ini selain melihat matahari terbit dan tenggelam.