Culinary: Omah Kecebong



Omah Kecebong

Ini review yang super telaaat. Saya ke Omah Kecebong sekitar bulan September 2016 yang lalu tapi baru menuliskannya sekarang hihi.

Omah Kecebong ini lokasinya di pedesaan, jadi tempatnya asri, sejuk, silir alias banyak anginnya. Ciri khas Omah Kecebong yaitu terdapat beberapa orang-orangan sawah memakai kaos dan caping (topi tradisional dari anyaman bambu) di bagian depan gubug makan ini. Bagi yang hobi foto-foto maka tempat ini cocok untuk Anda. 

Orang-orangan sawah

Selain tempat makan, Omah Kecebong juga merupakan guest house dan punya banyak koleksi tanaman holtikultura.


Kami memesan beberapa menu yaitu tumis lompong, ayam goreng, nasi bakar isi ayam, jus sirsak, dan jus mangga. Apa itu tumis lompong? Lompong adalah batang tanaman talas yang kemudian di potong-potong dan ditumis dengan berbagai bumbu. Rasanya tidak pahit, teksturnya empuk, malah seperti terong yang di tumis :O

Our late lunch: nasi bakar isi ayam, tumis lompong, ayam goreng, jus mangga, jus sirsak

Silly pose :p

Mas Grad and I at Omah Kecebong
Selain tempatnya asri dan bersih, pelayanannya juga baik. Mbak-mbak, mas-mas, hingga bapak-bapak penjaga parkiran pun ramah-ramah. Jika ingin ke tempat ini silakan ditengok dulu website Omah Kecebong di sini. Berikut saya sertakan maps-nya:

Talkshow dan Peragaan Busana Batik: Mahakarya Batik Pelangi Jogja



Dimas Ajhi, Caterina Hapsari, Puteri Indonesia DIY 2017 (Serafina Saputro), Diajeng Ibeth dengan latar batik motif Jogja Istimewa

Hari Kamis, 16 Februari 2017 yang lalu, saya bertugas menghadiri Talkshow dan Peragaan Busana Batik yang diselenggarakan oleh Gerakan Cinta Batik Sebagai Mahakarya Indonesia (GCBMI) di Jogja City Mall. Acara ini dihadiri oleh para pengrajin batik di Jogja, penggemar batik, dan duta-duta wisata di DIY. Walaupun acaranya molor satu jam, talkshow yang diberikan cukup menarik. Narasumber yang hadir dari berbagai latarbelakang yaitu Livy Laurens (Ketua GCBMI), Pak Supriyanto (Tim Sosialisasi Batik Jogja Istimewa), Caterina Hapsari (Designer dan Official Judges Puteri Indonesia DIY 2017), dan satu Bapak yang saya lupa namanya sebagai utusan GKR Mangkubumi yang berhalangan hadir saat itu.

Dalam acara ini juga diperkenalkan satu motif batik baru yang diharapkan menjadi simbol Yogyakarta yaitu batik motif Jogja Istimewa. Motif batik ini dibuat oleh GKR Mangkubumi dan pembuatannya bekerja sama dengan masyarakat Gilangharjo yang saat ini kebanyakan bekerja sebagai pengrajin batik. Bapak Supriyanto merupakan salah satu warga desa Gilangharjo, Bantul yang menjadi tim sosialisasi Batik Jogja Istimewa. Ia mengatakan bahwa motif batik Jogja Istimewa ini diperkenalkan pertama kali pada tanggal 07 Januari 2017. Memang saat ini belum banyak yang tahu mengenai batik motif ini namun harapannya dari hari ke hari makin banyak yang mengenal dan menggunakannya.

Bapak Supriyanto pun tak lupa memperkenalkan desa Gilangharjo sebagai salah satu sentra pembuat batik terbesar di Bantul. Kita dapat pergi ke sana, melihat-lihat motif batik yang ada, dan jika tertarik untuk membuat baju maka mereka siap menerima order jahitan yang dapat diselesaikan dalam waktu singkat. Tak hanya itu, anak-anak desa ini juga aktif nguri-uri budaya dengan rajin latihan tari bersama-sama, mereka juga sempat tampil menari dalam acara talkshow kemarin.

Livy Laurens sebagai ketua Gerakan Cinta Batik Sebagai Mahakarya Indonesia mengatakan bahwa kita sebagai anak muda tidak perlu malu untuk menggunakan batik, seharusnya kita bangga karena batik sebagai peninggalan berharga sudah diakui dunia. Batik dahulu dianggap identik dengan orang tua namun kini anak-anak muda dapat menggunakan batik dengan berbagai design unik yang mengikuti perkembangan mode. Sedangkan Caterina Hapsari menganggap batik sebagai identitas. Saya setuju dengan pendapat ini. Batik sebagai mahakarya Indonesia seharusnya kita anggap sebagai identitas atau karakter tersendiri di banding negara lain. 

Sesi terakhir acara ini ditutup dengan peragaan busana oleh designer dari Gilangharjo, Bantul bernama Bayu Kuntani. Ia menghadirkan motif-motif khas tiap kabupaten dan kota di DIY: Motif batik Sinom Parijotho dari Kabupaten Sleman, Motif Ceplok Kembang Kates dari Kabupaten Bantul, motif Walang dari Kabupaten Gunungkidul, motif Geblek Renteng dari Kabupaten Kulonprogo, dan motif-motif khas Kota Jogja.


Miss Bantul, Koko Cici Jogja, Dimas Diajeng Sleman, Dimas Diajeng Bantul, Duta Bahasa Yogyakarta, Dimas Diajeng Jogja, Duta HIV/AIDS


Dimas Ajhi, Dimas Dito, Diajeng Vivin, Diajeng Ibeth


Keluarga @dimjengsleman



Bangga, Cinta, dan Mari Pakai Batik!

Mini Trip: Desa Wisata Ledok Sambi, Sleman



pemandangan dari atas

Sejak pagi langit Yogyakarta gelap pekat namun udaranya sejuk, pas banget buat jalan-jalan. Mini trip kali ini kami pergi bertiga: saya, Kezia, dan Mas Grad. Jadi habis kebaktian Gereja, kami menyantap soto sambil merencanakan mau pergi kemana. Ada beberapa pilihan tujuan yaitu pantai, candi, atau ke Kaliurang. Akhirnya kami memilih pergi ke Kaliurang. Di tengah perjalanan, kami malah terpikir untuk mengunjungi desa wisata yang ada sungainya, jadi kami bisa mainan air disitu. Akhirnya setelah lihat instagram @ledoksambi, kami memutuskan untuk pergi ke sana. Akun instagram desa wisata Ledok Sambi ini merupakan salah satu cara kreatif pemanfaatan media sosial untuk menggaet wisatawan. 

Tak sulit menemukan desa wisata ini, cukup lurus saja mengikuti Jalan Kaliurang, nanti desa wisata Ledok Sambi ada di kanan jalan. Bisa juga menggunakan Google Maps kalau memang kesulitan. Ada plang-plang penunjuk jalan di sepanjang jalan desa yang memudahkan pengunjung menemukan tempat tujuan. Udaranya sejuk, banyak terdapat pepohonan dimana-mana. Untuk menuju sungainya, kita harus menuruni anak tangga terlebih dahulu. Walaupun hari Minggu namun tidak banyak pengunjung di desa wisata Ledok Sambi ini. Hal ini merupakan keuntungan bagi kami karena bisa bermain air sepuasnya :p


Kezia the explorer


Sebelum saya dan Mas Grad ikutan nyebur :p 



Sungai di desa wisata Ledok Sambi
Hati-hati saat bermain di sungai, batunya licin sehingga gampang membuat terpeleset. Sungainya tidak dalam kok.


the trio

Untuk masuk ke Desa Wisata Ledok Sambi, tidak dipungut biaya masuk maupun parkir. Bisa main di sungai sepuasnya juga. Kecuali kalau memang mau mengadakan acara semacam outbond/camping bisa langsung kontak pengurus desa wisata tersebut.

Berikut saya sertakan mapsnya:



Puteri Indonesia DIY 2017



Rangkaian pemilihan Puteri Indonesia Daerah Istimewa Yogyakarta 2017 berlangsung mulai bulan November-Desember 2016 yang lalu. Syarat-syarat yang harus dipenuhi pun cukup mudah seperti mengisi formulir pendaftaran resmi, foto ukuran 4R dalam beberapa posisi, dan menyertakan kemasan produk Mustika Ratu.
Setelah beberapa minggu, pihak penyelenggara menghubungi peserta melalui email untuk datang ke Kantor Kabare Yogyakarta untuk screening awal. Peserta diukur tinggi dan berat badannya kemudian masuk ke salah satu ruangan untuk diinterview menggunakan Bahasa Inggris. Saya kurang tahu apakah ada peserta yang digugurkan di tahap ini atau tidak. Setelah seminggu kemudian pihak penyelenggara menghubungi kembali melalui email sebagai pemberitahuan untuk seleksi pemilihan semifinalis (30 besar) Puteri Indonesia DIY 2017 yang dilaksanakan di Sheraton Mustika Hotel Yogyakarta. Seleksi ini dibagi dalam dua hari yaitu tanggal 19 dan 20 November 2016. Ada enam juri yang bergantian memberikan pertanyaan, peserta juga diminta menunjukkan bakatnya.

Semifinalis Puteri Indonesia DIY 2017

Peserta yang lolos menjadi semifinalis Puteri Indonesia DIY 2017 dihubungi melalui email dan diumumkan melalui akun instagram resmi @puteriindonesiadiy. Tahap selanjutnya yaitu sesi tanya jawab dan unjuk bakat di Jogja City Mall. Tidak semua peserta menampilkan bakatnya, puji Tuhan saya menjadi salah satu peserta yang dipilih maju. Saat itu saya menari Golek Sulung Dayung. Pengumuman peserta yang lolos menjadi finalis Puteri Indonesia DIY 2017 diumumkan langsung pada sore harinya.


@dimjengsleman setelah pengumuman finalis PI DIY 2017


Finalis Puteri Indonesia DIY 2017 menjalani karantina selama 3 hari. Tiap hari diisi dengan pemberian materi dan latihan opening dance untuk malam final. Pada hari terakhir karantina kami juga diajak mengunjungi sentra pengrajin perak di Yogyakarta yaitu HS Silver. Kami diberi kesempatan belajar membuat kerajinan perak:




Meski pemilihan Puteri Indonesia DIY 2017 sudah berakhir namun kami tetap menjaga kekompakan dengan rutin mengadakan pertemuan. Kami juga sedang mengusahakan membuat satu asosiasi sebagai wadah finalis Puteri Indonesia DIY dari tahun ke tahun.







Dimas Diajeng Sleman 2016



Sekitar setahun yang lalu, Ikatan Dimas Diajeng Sleman membuka pendaftaran Pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2016. Pemilihan ini diadakan tiap dua tahun sekali. Tujuan utama pemilihan Dimas Diajeng Sleman bukan hanya menjadi duta wisata saja melainkan sebagai "paket komplit" yang tidak hanya terfokus pada pariwisata tetapi juga pada budaya, pendidikan, serta menjadi role model bagi generasi muda. Persyaratannya tidak jauh berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, seperti Warga Negara Indonesia (WNI) dan melampirkan KTP, sehat jasmani dan rohani, berusia 17-25 tahun, belum menikah, lulus SMA/SMK/Sederajat, berat dan tinggi badan proporsional (Dimas minimal 165cm, Diajeng minimal 160cm), berkepribadian menarik, berprestasi, dinamis, kreatif, komunikatif, menguasai bahasa asing (minimal Bahasa Inggris), belum pernah menjuarai pemilihan Duta Wisata serupa di daerah lain. Sedangkan persyaratan administrasi yang harus dipenuhi antara lain pas foto berwarna ukuran 4x6 sebanyak dua lembar, foto close up dan full body dengan background putih ukuran 4R dengan dresscode office look, fotokopi KTP dan KTM, fotokopi ijazah SMA/SMK/sederajat, fotokopi sertifikat kejuaraan bila ada, daftar riwayat hidup atau CV terbaru, dan mengisi formulir pendaftaran yang telah disediakan.

Tahap-tahap pemilihan yaitu:
1. Seleksi Tertulis
Seleksi ini bertujuan menguji pengetahuan peserta mengenai pariwisata, kebudayaan Yogyakarta, dan pengetahuan umum.

2. Seleksi Wawancara
Dari semua peserta yang mengikuti seleksi tertulis tersebut, dipilih 60 besar (30 semifinalis Dimas, 30 semifinalis Diajeng) yang harus mengikuti tes tahap selanjutnya yaitu seleksi wawancara. Terdapat beberapa pos penjurian antara lain pos kebudayaan, pos bahasa asing, pos public speaking, pos psikologi, pos pariwisata, dan pos minat bakat. Masing-masing pos diisi oleh juri-juri yang sudah pengalaman di bidangnya masing-masing. 

3. Tes Narkotika dan Obat-Obatan Terlarang oleh BNN Sleman
Hal baru dalam rangkaian seleksi Dimas Diajeng Sleman tahun 2016 yaitu tes narkotika dan obat-obatan terlarang, tujuannya agar finalis Dimas Diajeng terpilih nantinya benar-benar dapat menjadi role model generasi muda untuk tidak menggunakan narkotika dan obat-obat terlarang.

4. Sugeng Rawuh Party
Sugeng Rawuh Party kali ini diadakan di Ndoro Ajoe Resto, acara intinya adalah pengumuman 30 finalis Dimas Diajeng Sleman terpilih (15 finalis Dimas dan 15 finalis Diajeng). Setelah acara selesai, ketigapuluh finalis dipasangkan berdasar tinggi badan dan diberi pengarahan mengenai apa saja yang harus mulai disiapkan untuk rangkaian panjang proses pembekalan sampai grand final.

Pembekalan Finalis Dimas Diajeng Sleman ini memakan waktu kurang lebih satu hingga satu setengah bulan. Biasanya dilaksanakan setiap weekend agar semua peserta bisa hadir. Materi yang diberikan beragam, mulai dari pengembangan karakter, organisasi dan birokrasi di Sleman, keprotokolan, kepemimpinan dan kepemudaan, public speaking, dll. Selain itu finalis Dimas Diajeng Sleman 2016 juga diberi beberapa tugas seperti meneruskan acara tahunan Dimas Diajeng Sleman yang bernama Culturism, berfoto di objek-objek wisata Sleman, dan membuat paper. Masa-masa pembekalan ini adalah masa yang paling menguras emosi dan bikin capek karena selain kegiatan yang sudah saya sebut di atas, ada lagi satu kegiatan yang dilaksanakan hampir tiap hari, mulai dari sore sampai malam hari. Latihan opening dance! Opening dance-nya Dimas Diajeng Sleman memang terkenal unik dari tahun ke tahun. Untuk tahun ini, opening dance nya banyak gerakan-gerakan njunjung, nggendhong, atau angkat teman sendiri. Bahkan ada beberapa part yang para wanita harus bisa angkat teman wanitanya sendiri. Opening dance ini juga menjadi kenangan sendiri buat saya karena saya harus dua kali bolak-balik pesan 30 payung hitam untuk properti menari :))

Karantina Pemilihan Dimas Diajeng Sleman 2016 dilaksanakan di Hotel UNY selama 4 hari 3 malam. Hari pertama sampai ketiga diisi dengan pemberian materi, sedangkan malam harinya digunakan untuk latihan opening dance. Pada malam ketiga atau malam terakhir karantina, diadakan malam unjuk bakat sekaligus gala dinner untuk para duta wisata daerah lain yang telah hadir untuk grand final esok hari. Grand final diselenggarakan di Auditorium Universitas Sanata Dharma, sejak pagi kami sudah ada di sana untuk serangkaian gladi bersih yang dilanjutkan dengan make up, memakai sanggul, dan persiapan lainnya. Semua kegiatan Dimas Diajeng Sleman dapat diakses melalui media sosial kami: Instagram @dimjengsleman dan Facebook Dimas Diajeng Sleman. 

Copycat.



Copycat? Disgusting!

Spontaneous Trip to Mangol Kencana

Sebenarnya saya melakukan perjalanan ini sudah pada bulan Agustus 2015 yang lalu namun saya baru sempat menuliskannya sekarang.  Saat itu teman dekat saya menghubungi melalui Whatsapp. Ia mengirim foto Gardu Pandang Mangol Kencana dan berencana mengajak saya ke sana. Awalnya saya berkeras tidak mau karena mengira tempat itu jauh sedangkan hari sudah menjelang sore. Namun karena perasaan bosan di rumah dan tidak ada pekerjaan penting yang harus dilakukan, akhirnya saya memutuskan untuk mengiyakan ajakan tersebut. Kami mengejar senja.



Pemandangan dari gardu pandang




Matahari yang mulai tenggelam terlihat jelas saat cuaca cerah



Gardu Pandang Mangol Kencana berada di daerah Patuk, Gunungkidul. Sayangnya saya kurang mengerti alamat pastinya. Tempat ini tergolong masih sangat baru dan jalanannya masih berupa tanah dan melewati pekarangan-pekarangan rumah warga. Sudah ada plang penunjuk jalan sehingga kita tidak perlu kebingungan mencari-cari. Kelebihan tempat ini yaitu lahan parkirnya yang luas dan ada beberapa gubug yang dapat digunakan untuk menikmati pemandangan hamparan sawah dari ketinggian di Gardu Pandang Mangol Kencana ini. Sayangnya belum ada daya tarik lain di tempat ini selain melihat matahari terbit dan tenggelam.












Quote from Oprah Winfrey





Wishlist (2)

Beberapa hari yang lalu saya membaca artikel di Daily Mail tentang seorang wanita bernama Laura Lynne Jackson yang mempunyai dua pekerjaan yang tidak saling berhubungan bahkan berbeda satu sama lain. Laura sehari-hari bekerja sebagai guru Bahasa Inggris, dan ia merupakan psychic medium bersertifikasi dari pemerintah di negaranya. Laura dapat berinteraksi dengan orang-orang yang sudah meninggal, ia menyebutnya "Other Side". Baru-baru ini Laura menerbitkan bukunya yang berjudul The Light Between Us:Stories From Heaven. Lessons For The Living. Buku ini mengisahkan berbagai pengalaman Laura membantu keluarga yang ditinggalkan untuk menerima pesan dari orang-orang yang mereka cintai-walau mereka sudah tiada.
Berikut deskripsi bukunya:
For readers of "Proof of Heaven," the astonishing story of a woman with an extraordinary psychic gift and a powerful message from the Other Side that can help us to live more beautifully in the here and now. 
Laura Lynne Jackson is a wife, a mother, a high school English teacher and a psychic medium. Where most believe an impenetrable wall divides the world between the living and the dead, Jackson sees bright, brilliant cords of light that pass through a barrier as thin as a sheet of paper. Her gifts tested and verified by some of the most prominent scientific organizations studying paranormal phenomena, Jackson has dedicated her life to exploring our connection to the Other Side, conversing with departed loved ones, and helping people come to terms with loss. In "The Light Between Us, " she shares her remarkable journey and the lessons in love she s learned along the way. 
Jackson is just a child when she first realizes she is different from her peers. She has tremendous empathy and often finds herself overcome by the emotions of those around her. She has premonitions about friends and family members that leave her feeling helpless, sad, and confused. She confides in her mother and learns that the gift runs in the family. 
For twenty years Jackson leads a double life. By day, she teaches literature to Long Island high school students. At night, in private, she conducts readings that connect people with loved ones who have passed and imparts information with shocking accuracy and insight. And then one day, her two worlds become one and she comes to fully embrace her gift and her purpose. 
Jackson writes with clarity and grace, using her unique perspective to address the eternal questions that vex us all: Why are we here? What happens when we die? How do we find our true path in this life? Here too are deeply affecting accounts of ordinary people reunited with their departed friends and family members true stories of forgiveness and reconciliation that transcend the barrier between life and death. 
"The Light Between Us" provides guideposts for living a rich and fulfilling life. In her beautiful worldview, Laura Lynne Jackson reminds us that our relationship to those we love endures across space and time; that we are all connected and invested in one another s lives; and that we are here to give and receive love selflessly. Her story offers a new understanding of the vast reach of our consciousness and enlarges our view of the human experience. 
Praise for "The Light Between Us" 
A brilliant milestone marking our passage toward comprehending the deeper truths of our existence. Eben Alexander, M.D., author of"Proof of Heaven"and"The Map of Heaven" 
I read "The Light Between Us" with great joy, savoring the wonderful stories and messages of hope. It is a book filled with wisdom and love, exploring the deep bonds that keep us eternally connected to our soul mates. Brian L. Weiss, M.D., author of "Many Lives, Many Masters" 
Compelling, riveting, and a spiritual game-changer . . . For those suffering a terrible loss, you will find peace and comfort in her story. For those who question the afterlife, you will become a believer. Laura Schroff, author of "An Invisible Thread" 
Straightforward, unassuming, and profoundly generous . . . Brave, honest, and beautiful, this book is a treasure. Mark Epstein, M.D., author of "Going to Pieces Without Falling Apart" 
One of the most insightful and inspiring books about mediumship I have ever read . . . destined to become a classic. Gary E. Schwartz, author of "The Afterlife Experiments "and" The Sacred Promise""

Saya penasaran dan ingin sekali membaca buku ini, mengetahui kisah-kisah yang dialami Laura dengan pekerjaan gandanya. 
Buku tersebut dapat dibeli di opentrolley, sayangnya harganya memang belum terlalu ramah :p nabung nabuuung!




 

Doesn't need a title

Overthinking
Upset
Argh.
I don't belong with them
and
I don't want to spend my whole life with them
Them.
Such a big mouth people.
Oh they need a big mirror, believe me.



Selamat Ulang Tahun, Kezia!




Dahulu malam-malam tanggal 25 Juli 2003, Papa membangunkan tidurku untuk membawaku menemuimu. Saat itu aku hanya sekilas melihatmu melalui dinding kaca, berjajar pulas dengan belasan bayi lainnya. Ku jenguk Ibu sebentar, melihat perutnya yang dibalut perban putih bekas karya para dokter yang dibuat sebagai jalan keluarmu. 

Sampai di rumah, Papa tak lekas berstirahat. Ia menggali tanah sebelah barat rumah kita untuk menanam ari-ari mu. Menuruti kehendak Eyang, Papa meminta buku dan pensilku untuk dimasukkan bersama di dalam lubang itu. Katanya agar kelak menjadi anak pandai. Itulah saat pertama aku jengkel padamu. Masih kuingat bahwa buku dan pensil itu berwarna hijau kesukaanku.

Sampai sekarang pun aku juga masih sering jengkel padamu. Kita selalu serupa. Sampai saat membeli baju pun kamu hanya berkata "kayak kakak". Jengkelku bukan berarti tidak suka. Aku tau itu tanda sayangmu padaku.






Saat Papa atau Ibu marah, kita selalu ada untuk membela satu sama lain. Saat Papa ingin mencium kita, bersama-sama kita berlari menjauh. Malam hari, kita tak pernah melewatkan saling membisikkan ucapan selamat tidur. Kompak.
Kebiasaan kita yang sering bertengkar pasti membuat lelah Papa dan Ibu untuk terus mengingatkan dan melerai. Padahal tanpa mereka tahu, kita tak butuh waktu lama untuk kembali berpelukan dan tidur siang bersama.
Sabtu dan Minggu pagi merupakan hari yang menyenangkan karena disitulah kita biasa mengisi TTS berdua, dengan penuh gaduh kita mencari kartu pos, dan bersepeda bersama untuk mengirimnya.
Baru saja kamu memasuki sekolah di tingkat yang lebih tinggi. Jaga dirimu. Pandailah memilih teman dan aktivitas yang baik. Akan ada saatnya, ketika Kakak dan kamu terpisah jarak, demi untuk mencapai impian. Ketahuilah, aku akan selalu merindumu, memikirkanmu. Aku akan selalu rindu pelukanmu, dan usapan tanganmu di punggungku yang mengolesiku dengan minyak. Kakakmu ini memang masuk anginan :3

Kezia, selamat ulang tahun. 12 tahun usiamu. Semoga sehat bahagia selalu, berpikir dan berkelakuan semakin baik. I love you, I'll never stop.

lies.


"Tell a lie once, and your truths become questionable."




Wishlist

Untuk masalah buku, belakangan ini saya bosan membaca kisah-kisah cinta ringan semacam teenlit atau metropop. Saya lebih suka membaca buku tentang detektif semenjak Robert Galbraith aka J. K. Rowling menelurkan The Cuckoo's Calling dan The Silkworm. Saya juga ingin membaca buku-buku yang bisa "menguatkan", memaknai hidup, bersyukur, dan mengingatkan saya saat berada di masa sulit. Banyak maunya memang. Setelah melihat-lihat beberapa toko buku online, saya jadi ingin membeli banyak buku. Namun masih berat di dompet. :D
Inilah beberapa book-wishlist saya:

1. Seriously I'm Kidding - Ellen Degeneres


Saya tahu Ellen DeGeneres dari tayangan The Ellen Show yang ada di Youtube sekitar tahun 2011. Semenjak itu saya menjadi penggemarnya. Ellen orang yang luar biasa. Ia berani mengakui bahwa dirinya "beda"dari orang lain. Ellen tidak terpuruk atau jatuh namun ia menggunakan dirinya untuk dapat menginspirasi orang lain. Saya juga suka mengikuti kisah cintanya bersama istrinya, Portia de Rossi. Saya baru tahu kalau ia juga menulis buku sekitar setengah tahun ini, dan sampai saat ini belum kesampaian beli bukunya. Huaaa :(

2. Very Good Lives - J. K. Rowling


Very Good Lives ini katanya pidato inspiratif J.K. Rowling. Saya sangat tahu kalau Rowling merupakan orang dengan pikiran yang luar biasa, maka dari itu saya tak sabar ingin membacanya. Cerita-cerita imajinatifnya saja sangat mengesankan, apalagi yang menginspirasi seperti ini.

 3. Building A Framework

Buku ini karya Abby Lawson, seorang wanita yang suka menulis blog. Ia menuturkan bagaimana membuat blog lebih enak dilihat, banyak dikunjungi, bagaimana menulis di blog agar menarik, dll. Sayangnya saya cari di beberapa toko buku online kok tidak ada. Jadi harus membelinya di blog Abby langsung.

Pengen bangeeeeeeet segera punya dan dibaca, still counting!

Kemana Malam Minggumu?



Bosan menghabiskan waktu sabtu malam di rumah saja? Teman-teman sudah punya acara sendiri? Bukan berarti kita harus bersedih karena bosan dan tidak ada yang bisa dikerjakan. Ada beberapa pilihan tempat atau kegiatan yang biasanya saya lakukan kalau mengalami problem malam-minggu-mau-ngapain.

1. Bioskop
Bioskop merupakan pilihan pertama saat saya bosan di rumah saat malam minggu. Menonton film sendirian juga bukan masalah buat saya, tapi sejauh ini belum pernah sih :p Sebelum pergi ke bioskop sebaiknya kita sudah punya pilihan mau nonton apa saja agar tidak binguung dan salah pilih.

2. Mall
Pergi ke mall bukan berarti harus belanja. Jalan-jalan aja keliling mall sampai capek, terus cari makan, dan pulang deh :o

3. Kafe atau tempat makan-minum yang nyaman
Me time sendirian di kafe ditemani laptop, smartphone, atau buku bacaan juga merupakan salah satu pilihan saya. Biasanya tempat kesukaan saya itu di Angkringan Klangenan, Bukan kafe sih, karena ini mengadopsi angkringan pinggir jalan. Tempatnya di daerah Patangpuluhan Jogja. Selain tempatnya nyaman, homy, juga tersedia Wifi.

4. Warnet
Kalau benar-benar malas kemana-mana, mood buruk, saya lebih suka ke warnet. Selain meng-update film baru, bisa juga update blog, Youtube, dll. Warnet kesukaan saya ada di daerah Tamansiswa, namanya Plaza Internet Cafe.

Jadi sudah tahu kemana malam minggumu kali ini?

random


.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

:p :p :p :p :p :p :p



















Alangkah beruntungnya wanita yang lelakinya tetap menyempatkan waktu di tengah pekerjaannya, barang sebentar, untuknya.
Alangkah beruntungnya wanita yang lelakinya mengingatnya walau saat sibuk sekalipun.
Alangkah beruntungnya wanita yang lelakinya mengucapkan betapa sayangnya ia pada si wanita, tanpa diminta atau ditanya.
Alangkah beruntungnya wanita yang lelakinya menerimanya apa adanya, apapun keadaannya.

Marah



Saya percaya ada banyak hal diluar kemampuan kita yang tidak bisa kita jangkau atau kendalikan. Rencana yang sudah matang pun bisa saja batal secara mendadak. Hal-hal itulah yang saya rasakan beberapa akhir ini. Paling kesal ya ini: tertunda terjun lapangan untuk wawancara. Bamyaknya teman yang sudah wisuda, foto-foto ceria mereka setelah pendadaran, ucapan selamat yang terus mengalir bertebaran di seluruh penjuru media sosial. Lebay. Biarin dah. Itulah pressure yang sangat membuat tingkat emosi jadi meledak-ledak. Saya kan juga ingin cepat-cepat pendadaran dan wisuda! Sampai-sampai adik saya bertanya,"kok cemberut terus kak? bosan di rumah ya?".
Semua penghuni rumah tak luput dari kekesalan dan nada suara yang meninggi. Untungnya mereka memahami apa yang membuat saya stres seperti itu. Sampai saat saya selesai mandi kemarin, saya tiba-tiba menangis di depan kaca. Saya tidak mau jadi orang yang pemarah, cemberut, atau menyebalkan seperti itu. Saya tahu semua yang terjadi ini ada campur tangan Tuhan. Mungkin dengan tertundanya kegiatan saya ini, saya dapat lebih mematangkan hal apa saja yang akan saya gali saat wawancara. Saya meminta maaf pada-Nya karena menjadi orang yang tidak menyenangkanNya akhir-akhir ini. Saya percaya tiap orang sudah diberi waktu terbaik untuk mencapai apa yang diinginkannya, sepanjang ia berusaha. Saya percaya, the best is yet to come.

Marah boleh, tetapi ada aturannya juga.

Review: CLEAN & CLEAR


Sudah setengah tahun lebih saya bemasalah dengan munculnya banyak jerawat di wajah. Jerawat ini pun datangnya tak tanggung-tanggung, langsung gerombolan, besar, dan merah. Semenjak masa puber, baru kali ini punya jerawat yang susah sekali hilangnya. Setelah sembuh satu, muncul lagi yang lain. Setau saya jerawat itu bisa datang karena banyak hal, misalnya karena banyak makan makanan yang tidak sehat, kurang sayur dan buah, sarung bantal yang kotor, atau wajah yang tidak dirawat kebersihannya. Ibu saya rutin memasak sayur dan saya suka membeli buah-buahan, rasanya kok tidak mungkin kalau hal ini menjadi penyebab munculnya si jerawat. Sarung bantal, guling, seprai pun rutin diganti. Nah untuk kebersihan wajah? Saya memang orang yang tidak terlalu memperhatikan produk-produk untuk wajah, bahkan untuk cuci muka saja saya menggunakan sabun mandi. Kalau wajah berminyak setelah aktivitas paling cuma saya lap memakai tisu. Kemalasan dan kecerobohan saya ini yang kemudian membuat saya mulai memperhatikan kebersihan dan kebutuhan kulit wajah dengan mencari sabun cuci muka yang cocok. Saya tahu Clean & Clear dari iklan di tv yang menampilkan beberapa anak remaja perempuan dengan muka imut mulus tak berjerawat. Iseng lah saya membeli Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash yang ukuran kecil sekedar untuk coba-coba. Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash ini berwarna oranye, terletak di paling kanan dalam foto di atas.
Berikut tulisan yang ada di botolnya:
Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash, oil-free, tidak menyumbat pori. Membersihkan tanpa menyebabkan kulit kering. Membantu mencegah jerawat, minyak berlebih, dan komedo.
Busanya banyak, wanginya netral cenderung seperti sabun antibakteri, tidak perih di wajah. Awal pemakaian memang masih belum terlihat efeknya karena mungkin masih tahap penyesuaian dengan kulit. Biasanya setelah cuci muka dengan Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash, saya memakai obat jerawat dari Sariayu, kapan-kapan akan saya review. Setelah sekitar 3 hari jerawat saya mulai berangsur kering dan berkurang.

Setelah botol kecil tadi habis rencananya saya mau membeli lagi dengan botol ukuran besar namun produk Clean & Clear yang ada di rak hanya Clean & Clear Fruit Essentials Facial Cleanser Brightening Lemon, Apple, dan Berry. Nah karena saya sudah mencari ke dua minimarket berbeda namun tetap tidak ada produk yang saya maksud, jadi saya memutuskan untuk membeli yang lemon. Clean & Clear Fruit Essentials Facial Cleanser Brightening Lemon ini tidak seperti produk sebelumnya, terdapat butiran-butiran dalam gelnya, berwarna kuning, terletak di paling kiri dalam foto di atas.
Berikut tulisan yang ada di botolnya:
Clean & Clear Fruit Essentials Facial Cleanser Brightening Lemon, oil-free, won’t clog pores, with bursting beads natural lemon extracts brighten skin.
Busanya banyak tetapi saat dibasuh dengan air masih terasa licin. Saya tidak suka sabun yang meninggalkan efek licin di kulit karena terasa tidak benar-benar bersih. Jadi setelah produk ini habis, saya tidak akan membelinya lagi. Saya lebih cocok menggunakan Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash, untungnya saya sudah mendapatkannya lagi. Yes.

Tidak berhenti pada sabun cuci muka, saya kemudian mencari produk Clean & Clear lainnya yang sekiranya cocok untuk menangkal jerawat-jerawat nakal. Saya pun mencoba Clean & Clear Essentials Oil-Control Toner untuk membersihkan wajah.
Berikut tulisan yang ada di botolnya:
Clean & Clear Essentials Oil-Control Toner, oil-free, tidak menyumbat pori. Bekerja ke dalam pori untuk membersihkan minyak, membantu mencegah jerawat, minyak berlebih, dan komedo.
Baunya enak, dapat membuat rileks, jadi semangat untuk membersihkan wajah. Clean & Clear Essentials Oil-Control Toner ini terletak di tengah dalam foto di atas. Karena merasa cocok rencananya saya mau membeli yang ukuran besar untuk persediaan di rumah, dan botol kecil itu untuk dibawa kemana-mana. Sejauh ini saya sukaaaa dengan produk Clean & Clear.

MASAK LAGI: TELUR PUYUH KECAP BERTABUR TOMAT


Minggu lalu saya dan adek mengambil jadwal sore untuk kebaktian Gereja sehingga ada kesempatan untuk bangun lebih siang. Setelah cuci muka dan beberes kamar, rencananya saya mau sarapan. Saya merasa beruntung memiliki Ibu yang bisa memasak tiap hari, enak pula. Sayangnya saya lupa kalau itu hari Minggu. Ibu biasanya libur memasak setiap hari Minggu dan membeli soto sebagai gantinya. Mumpung dapur sepi, saya pun terpikir untuk memasak. Entah masak apa. Yang penting masak sendiri. :p
Akhirnya dengan bersepeda saya pergi ke ibu penjual sayur yang menjajakan dagangannya menggunakan kol. Eh mobil pick up. Ibu penjual sayur itu bernama Bu Ram (jangan disambung nulisnya). Bu Ram yang sudah hafal kebiasaan saya membeli buah pepaya langsung memilihkan pepaya yang masak dan tidak bau. Itu hal yang paling penting, saya tidak mau makan pepaya yang baunya seperti pup. “Sama apa lagi, Dek?”, tanyanya. Pandangan saya mencari-cari bahan masakan yang mudah dan cepat jika dimasak. Akhirnya saya memilih satu plastik telur puyuh (isinya 10, harganya Rp 3500,00) dan 3 buah tomat merah segar berukuran sedang seharga Rp 1000,00 saja. Berikut bahan dan langkah-langkah memasaknya:

BAHAN:
10 Telur puyuh yang sudah di rebus dan dibuang kulitnya
1 buah bawang merah, iris kecil
1 buah bawang putih, digeprek
1 sdm minyak goreng
½ sdt garam
Kecap sesuai selera
2 buah tomat segar ukuran sedang, potong kecil
¼ sdt lada atau merica bubuk
Air secukupnya

CARA MEMASAK:
          - Panaskan minyak goreng, lalu masukkan bawang merah dan bawang putih, tumis sampai harum
          - Masukkan telur puyuh
          - Masukkan air, lalu beri garam dan merica bubuk
          - Tuangkan kecap sesuai selera
          - Tunggu sampai mendidih dan bumbu masuk pada telur
          - Masukkan potongan tomat, aduk sebentar, dan matikan api.

Bagi yang suka tomat seperti saya, boleh memasukkan lebih banyak tomat. Akan semakin segar rasanya. Selamat mencoba!

ORAK-ARIK MAKARONI TELUR


Mumpung hari Minggu dan punya waktu senggang, saya kepikiran untuk coba-coba memasak lagi. Cooking experiment kali ini saya ingin memasak orak-arik makaroni telur, resepnya saya dapatkan di sini. Bahan-bahannya sangat mudah di dapat kok, antara lain:
-makaroni 50 gram
-telur 1 butir
-bawang bombay yang diiris cincang kecil-kecil
-garam
-lada atau merica bubuk
-blueband 2 sendok makan

Cara memasak:
1. rebus makaroni sampai matang (kata ibu ciri makaroni yang sudah matang yaitu bentuknya menjadi lebih besar dan mengembang), tiriskan
2. masukkan blueband dan telur lalu diaduk-aduk, setelah itu masukkan bawang bombay cincang
3. masukkan makaroni dan tambahkan garam serta lada/merica bubuk secukupnya

Adik saya paling semangat kalau disuruh mencicipi masakan saya, entah enak ataupun tidak :D Untungnya masakan saya kali ini tidak mendapat kritikan dari ibu maupun adik. Dan lagi-lagi adik menghabiskan  masakan saya, hihi. Senang!

Happy cooking! ^^


[Buku] TRAVEL YOUNG


 
Be Courageous  * Take Risks * Speak Out
Make Choices * Grow up * Enjoy Your Life

 

“Aku takut ketinggian,” tandas saya singkat. Mendengar hal itu, teman yang duduk di sebelah saya menawarkan untuk bertukar tempat, tapi saya menolak.
Bagaimana saya bisa pergi keliling dunia kalau bepergian dengan pesawat saja, membuat saya ketakutan setengah mati?
Segera, pesawat pun perlahan-lahan melewati landas pacu, sedikit menukik ke atas, dan… I swear it was the scariest moments in my life!
# # #
Menjejaki kedewasaan ibarat melakukan sebuah perjalanan. Semakin jauh melangkah, akan sering kita temukan tantangan baru. Dan melakukan perjalanan sejak dini berarti menemukan banyak pelajaran yang akan menempa diri kita menjadi sosok yang lebih dewasa.
Alanda Kariza berbagi kisah perjalanan yang mendewasakan dirinya saat ke New York, Vatikan, London, Doha, Pittsburgh, dan tempat menarik lainnya. Banyak hal yang bisa jadi pelajaran menarik, seperti keluar dari zona nyaman, berani mengambil keputusan, percaya diri, dan bisa menyikapi suatu masalah tanpa keluhan.
Baginya, traveling is about discovering yourself and also your flaws. Jadi, siapkan destinasi impianmu, tangkap setiap momen yang ada…dan bertualanglah! Temukan jawaban tentang kedewasaanmu.


Judul                            : Travel Young
Penulis                         : Alanda Kariza
Penerbit                       : GagasMedia
Desainer Sampul          : Dwi Anisa Anindhika
Tebal                           : 190 halaman
ISBN                            : 979-780-777-0
Cetakan Pertama          : 2014
Harga                           : Rp 40.000, 00
   
Melakukan perjalanan bukan hal yang asing lagi dalam hidup kita. Jauh-dekat. Lama-singkat. Dalam kota-antar kota. Antar daerah-antar provinsi. Dalam negeri-luar negeri. Sendirian-bersama pasangan-maupun beramai-ramai. Semua tentu memiliki ceritanya tersendiri. Dalam buku ini Alanda Kariza berkisah mengenai perjalanan yang ia lalui ke berbagai negara, bagaimana dirinya berusaha untuk dewasa, percaya dan bisa mengandalkan diri sendiri, serta berpikir positif. Alanda juga menyisipkan kisah anak-anak Indonesia yang sudah meraih sukses di usia muda. Bagi saya, apa yang ia tulis bukan sekedar berbicara tentang bagaimana suatu perjalanan dapat mendewasakan diri seseorang tetapi juga mengingatkan kita untuk selalu bersyukur. Bersyukur dengan apa yang kita miliki, bersyukur dengan kemampuan kita, bersyukur untuk orang-orang yang ditemui saat melakukan perjalanan, bersyukur untuk setiap waktu dan setiap hal baru yang ditemui, bersyukur untuk berbagai keindahan yang dapat dinikmati. Bagian favorit saya yaitu cerita saat Alanda menghadiri suatu pertemuan di Vatikan. Ketika itu semua orang yang hadir tiba-tiba serempak tertawa saat dirinya berpidato. Apa yang ia lakukan? Ikut tertawa! Ia tetap mencoba berpikir positif dan menghilangkan rasa cemasnya. Ia menganggap berani ikut menertawakan diri sendiri merupakan salah satu kualitas untuk menjadi dewasa. Bagian favorit saya yang lain yaitu saat Alanda bertemu pasangan kakek-nenek di Colline du Château, Nice. Kadang orang asing yang kita temui dimanapun membawa kisah dan pelajaran tersendiri untuk kita. Kelebihan lain yang saya suka di buku ini yaitu Alanda menuliskannya dengan bahasa baku yang baik namun tetap ringan dibaca.

“Find the courage to fight for your dreams”- Alanda Kariza.