random


.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.
.

:p :p :p :p :p :p :p



















Alangkah beruntungnya wanita yang lelakinya tetap menyempatkan waktu di tengah pekerjaannya, barang sebentar, untuknya.
Alangkah beruntungnya wanita yang lelakinya mengingatnya walau saat sibuk sekalipun.
Alangkah beruntungnya wanita yang lelakinya mengucapkan betapa sayangnya ia pada si wanita, tanpa diminta atau ditanya.
Alangkah beruntungnya wanita yang lelakinya menerimanya apa adanya, apapun keadaannya.

Marah



Saya percaya ada banyak hal diluar kemampuan kita yang tidak bisa kita jangkau atau kendalikan. Rencana yang sudah matang pun bisa saja batal secara mendadak. Hal-hal itulah yang saya rasakan beberapa akhir ini. Paling kesal ya ini: tertunda terjun lapangan untuk wawancara. Bamyaknya teman yang sudah wisuda, foto-foto ceria mereka setelah pendadaran, ucapan selamat yang terus mengalir bertebaran di seluruh penjuru media sosial. Lebay. Biarin dah. Itulah pressure yang sangat membuat tingkat emosi jadi meledak-ledak. Saya kan juga ingin cepat-cepat pendadaran dan wisuda! Sampai-sampai adik saya bertanya,"kok cemberut terus kak? bosan di rumah ya?".
Semua penghuni rumah tak luput dari kekesalan dan nada suara yang meninggi. Untungnya mereka memahami apa yang membuat saya stres seperti itu. Sampai saat saya selesai mandi kemarin, saya tiba-tiba menangis di depan kaca. Saya tidak mau jadi orang yang pemarah, cemberut, atau menyebalkan seperti itu. Saya tahu semua yang terjadi ini ada campur tangan Tuhan. Mungkin dengan tertundanya kegiatan saya ini, saya dapat lebih mematangkan hal apa saja yang akan saya gali saat wawancara. Saya meminta maaf pada-Nya karena menjadi orang yang tidak menyenangkanNya akhir-akhir ini. Saya percaya tiap orang sudah diberi waktu terbaik untuk mencapai apa yang diinginkannya, sepanjang ia berusaha. Saya percaya, the best is yet to come.

Marah boleh, tetapi ada aturannya juga.

Review: CLEAN & CLEAR


Sudah setengah tahun lebih saya bemasalah dengan munculnya banyak jerawat di wajah. Jerawat ini pun datangnya tak tanggung-tanggung, langsung gerombolan, besar, dan merah. Semenjak masa puber, baru kali ini punya jerawat yang susah sekali hilangnya. Setelah sembuh satu, muncul lagi yang lain. Setau saya jerawat itu bisa datang karena banyak hal, misalnya karena banyak makan makanan yang tidak sehat, kurang sayur dan buah, sarung bantal yang kotor, atau wajah yang tidak dirawat kebersihannya. Ibu saya rutin memasak sayur dan saya suka membeli buah-buahan, rasanya kok tidak mungkin kalau hal ini menjadi penyebab munculnya si jerawat. Sarung bantal, guling, seprai pun rutin diganti. Nah untuk kebersihan wajah? Saya memang orang yang tidak terlalu memperhatikan produk-produk untuk wajah, bahkan untuk cuci muka saja saya menggunakan sabun mandi. Kalau wajah berminyak setelah aktivitas paling cuma saya lap memakai tisu. Kemalasan dan kecerobohan saya ini yang kemudian membuat saya mulai memperhatikan kebersihan dan kebutuhan kulit wajah dengan mencari sabun cuci muka yang cocok. Saya tahu Clean & Clear dari iklan di tv yang menampilkan beberapa anak remaja perempuan dengan muka imut mulus tak berjerawat. Iseng lah saya membeli Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash yang ukuran kecil sekedar untuk coba-coba. Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash ini berwarna oranye, terletak di paling kanan dalam foto di atas.
Berikut tulisan yang ada di botolnya:
Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash, oil-free, tidak menyumbat pori. Membersihkan tanpa menyebabkan kulit kering. Membantu mencegah jerawat, minyak berlebih, dan komedo.
Busanya banyak, wanginya netral cenderung seperti sabun antibakteri, tidak perih di wajah. Awal pemakaian memang masih belum terlihat efeknya karena mungkin masih tahap penyesuaian dengan kulit. Biasanya setelah cuci muka dengan Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash, saya memakai obat jerawat dari Sariayu, kapan-kapan akan saya review. Setelah sekitar 3 hari jerawat saya mulai berangsur kering dan berkurang.

Setelah botol kecil tadi habis rencananya saya mau membeli lagi dengan botol ukuran besar namun produk Clean & Clear yang ada di rak hanya Clean & Clear Fruit Essentials Facial Cleanser Brightening Lemon, Apple, dan Berry. Nah karena saya sudah mencari ke dua minimarket berbeda namun tetap tidak ada produk yang saya maksud, jadi saya memutuskan untuk membeli yang lemon. Clean & Clear Fruit Essentials Facial Cleanser Brightening Lemon ini tidak seperti produk sebelumnya, terdapat butiran-butiran dalam gelnya, berwarna kuning, terletak di paling kiri dalam foto di atas.
Berikut tulisan yang ada di botolnya:
Clean & Clear Fruit Essentials Facial Cleanser Brightening Lemon, oil-free, won’t clog pores, with bursting beads natural lemon extracts brighten skin.
Busanya banyak tetapi saat dibasuh dengan air masih terasa licin. Saya tidak suka sabun yang meninggalkan efek licin di kulit karena terasa tidak benar-benar bersih. Jadi setelah produk ini habis, saya tidak akan membelinya lagi. Saya lebih cocok menggunakan Clean & Clear Essentials Foaming Facial Wash, untungnya saya sudah mendapatkannya lagi. Yes.

Tidak berhenti pada sabun cuci muka, saya kemudian mencari produk Clean & Clear lainnya yang sekiranya cocok untuk menangkal jerawat-jerawat nakal. Saya pun mencoba Clean & Clear Essentials Oil-Control Toner untuk membersihkan wajah.
Berikut tulisan yang ada di botolnya:
Clean & Clear Essentials Oil-Control Toner, oil-free, tidak menyumbat pori. Bekerja ke dalam pori untuk membersihkan minyak, membantu mencegah jerawat, minyak berlebih, dan komedo.
Baunya enak, dapat membuat rileks, jadi semangat untuk membersihkan wajah. Clean & Clear Essentials Oil-Control Toner ini terletak di tengah dalam foto di atas. Karena merasa cocok rencananya saya mau membeli yang ukuran besar untuk persediaan di rumah, dan botol kecil itu untuk dibawa kemana-mana. Sejauh ini saya sukaaaa dengan produk Clean & Clear.

MASAK LAGI: TELUR PUYUH KECAP BERTABUR TOMAT


Minggu lalu saya dan adek mengambil jadwal sore untuk kebaktian Gereja sehingga ada kesempatan untuk bangun lebih siang. Setelah cuci muka dan beberes kamar, rencananya saya mau sarapan. Saya merasa beruntung memiliki Ibu yang bisa memasak tiap hari, enak pula. Sayangnya saya lupa kalau itu hari Minggu. Ibu biasanya libur memasak setiap hari Minggu dan membeli soto sebagai gantinya. Mumpung dapur sepi, saya pun terpikir untuk memasak. Entah masak apa. Yang penting masak sendiri. :p
Akhirnya dengan bersepeda saya pergi ke ibu penjual sayur yang menjajakan dagangannya menggunakan kol. Eh mobil pick up. Ibu penjual sayur itu bernama Bu Ram (jangan disambung nulisnya). Bu Ram yang sudah hafal kebiasaan saya membeli buah pepaya langsung memilihkan pepaya yang masak dan tidak bau. Itu hal yang paling penting, saya tidak mau makan pepaya yang baunya seperti pup. “Sama apa lagi, Dek?”, tanyanya. Pandangan saya mencari-cari bahan masakan yang mudah dan cepat jika dimasak. Akhirnya saya memilih satu plastik telur puyuh (isinya 10, harganya Rp 3500,00) dan 3 buah tomat merah segar berukuran sedang seharga Rp 1000,00 saja. Berikut bahan dan langkah-langkah memasaknya:

BAHAN:
10 Telur puyuh yang sudah di rebus dan dibuang kulitnya
1 buah bawang merah, iris kecil
1 buah bawang putih, digeprek
1 sdm minyak goreng
½ sdt garam
Kecap sesuai selera
2 buah tomat segar ukuran sedang, potong kecil
¼ sdt lada atau merica bubuk
Air secukupnya

CARA MEMASAK:
          - Panaskan minyak goreng, lalu masukkan bawang merah dan bawang putih, tumis sampai harum
          - Masukkan telur puyuh
          - Masukkan air, lalu beri garam dan merica bubuk
          - Tuangkan kecap sesuai selera
          - Tunggu sampai mendidih dan bumbu masuk pada telur
          - Masukkan potongan tomat, aduk sebentar, dan matikan api.

Bagi yang suka tomat seperti saya, boleh memasukkan lebih banyak tomat. Akan semakin segar rasanya. Selamat mencoba!

ORAK-ARIK MAKARONI TELUR


Mumpung hari Minggu dan punya waktu senggang, saya kepikiran untuk coba-coba memasak lagi. Cooking experiment kali ini saya ingin memasak orak-arik makaroni telur, resepnya saya dapatkan di sini. Bahan-bahannya sangat mudah di dapat kok, antara lain:
-makaroni 50 gram
-telur 1 butir
-bawang bombay yang diiris cincang kecil-kecil
-garam
-lada atau merica bubuk
-blueband 2 sendok makan

Cara memasak:
1. rebus makaroni sampai matang (kata ibu ciri makaroni yang sudah matang yaitu bentuknya menjadi lebih besar dan mengembang), tiriskan
2. masukkan blueband dan telur lalu diaduk-aduk, setelah itu masukkan bawang bombay cincang
3. masukkan makaroni dan tambahkan garam serta lada/merica bubuk secukupnya

Adik saya paling semangat kalau disuruh mencicipi masakan saya, entah enak ataupun tidak :D Untungnya masakan saya kali ini tidak mendapat kritikan dari ibu maupun adik. Dan lagi-lagi adik menghabiskan  masakan saya, hihi. Senang!

Happy cooking! ^^


[Buku] TRAVEL YOUNG


 
Be Courageous  * Take Risks * Speak Out
Make Choices * Grow up * Enjoy Your Life

 

“Aku takut ketinggian,” tandas saya singkat. Mendengar hal itu, teman yang duduk di sebelah saya menawarkan untuk bertukar tempat, tapi saya menolak.
Bagaimana saya bisa pergi keliling dunia kalau bepergian dengan pesawat saja, membuat saya ketakutan setengah mati?
Segera, pesawat pun perlahan-lahan melewati landas pacu, sedikit menukik ke atas, dan… I swear it was the scariest moments in my life!
# # #
Menjejaki kedewasaan ibarat melakukan sebuah perjalanan. Semakin jauh melangkah, akan sering kita temukan tantangan baru. Dan melakukan perjalanan sejak dini berarti menemukan banyak pelajaran yang akan menempa diri kita menjadi sosok yang lebih dewasa.
Alanda Kariza berbagi kisah perjalanan yang mendewasakan dirinya saat ke New York, Vatikan, London, Doha, Pittsburgh, dan tempat menarik lainnya. Banyak hal yang bisa jadi pelajaran menarik, seperti keluar dari zona nyaman, berani mengambil keputusan, percaya diri, dan bisa menyikapi suatu masalah tanpa keluhan.
Baginya, traveling is about discovering yourself and also your flaws. Jadi, siapkan destinasi impianmu, tangkap setiap momen yang ada…dan bertualanglah! Temukan jawaban tentang kedewasaanmu.


Judul                            : Travel Young
Penulis                         : Alanda Kariza
Penerbit                       : GagasMedia
Desainer Sampul          : Dwi Anisa Anindhika
Tebal                           : 190 halaman
ISBN                            : 979-780-777-0
Cetakan Pertama          : 2014
Harga                           : Rp 40.000, 00
   
Melakukan perjalanan bukan hal yang asing lagi dalam hidup kita. Jauh-dekat. Lama-singkat. Dalam kota-antar kota. Antar daerah-antar provinsi. Dalam negeri-luar negeri. Sendirian-bersama pasangan-maupun beramai-ramai. Semua tentu memiliki ceritanya tersendiri. Dalam buku ini Alanda Kariza berkisah mengenai perjalanan yang ia lalui ke berbagai negara, bagaimana dirinya berusaha untuk dewasa, percaya dan bisa mengandalkan diri sendiri, serta berpikir positif. Alanda juga menyisipkan kisah anak-anak Indonesia yang sudah meraih sukses di usia muda. Bagi saya, apa yang ia tulis bukan sekedar berbicara tentang bagaimana suatu perjalanan dapat mendewasakan diri seseorang tetapi juga mengingatkan kita untuk selalu bersyukur. Bersyukur dengan apa yang kita miliki, bersyukur dengan kemampuan kita, bersyukur untuk orang-orang yang ditemui saat melakukan perjalanan, bersyukur untuk setiap waktu dan setiap hal baru yang ditemui, bersyukur untuk berbagai keindahan yang dapat dinikmati. Bagian favorit saya yaitu cerita saat Alanda menghadiri suatu pertemuan di Vatikan. Ketika itu semua orang yang hadir tiba-tiba serempak tertawa saat dirinya berpidato. Apa yang ia lakukan? Ikut tertawa! Ia tetap mencoba berpikir positif dan menghilangkan rasa cemasnya. Ia menganggap berani ikut menertawakan diri sendiri merupakan salah satu kualitas untuk menjadi dewasa. Bagian favorit saya yang lain yaitu saat Alanda bertemu pasangan kakek-nenek di Colline du Château, Nice. Kadang orang asing yang kita temui dimanapun membawa kisah dan pelajaran tersendiri untuk kita. Kelebihan lain yang saya suka di buku ini yaitu Alanda menuliskannya dengan bahasa baku yang baik namun tetap ringan dibaca.

“Find the courage to fight for your dreams”- Alanda Kariza.

KUE CUBIT


Sudah pernah makan kue cubit? Jujur, saya belum pernah.



Beberapa waktu yang lalu saya melihat beberapa aktris meng-upload berbagai varian kue cubit di akun instagram mereka. Saya kemudian berpikir untuk membuat kue cubit sendiri walaupun saya belum pernah membuat kue apapun sendiri selama ini. Langkah pertama yang saya lakukan yaitu mencari resep kue cubit di Google. Setelah saya baca, ternyata bahan dan cara pembuatannya tidak begitu sulit. Resep kue cubit ini saya dapatkan disini.

Alat:
-cetakan kue (saya membelinya di Toko Progo Yogyakarta, harganya sekitar 15 ribu)
-mixer
-wadah untuk mencampur adonan
-sendok

Bahan:
-100 gram tepung terigu
-3 butir telur
-100 gram gula pasir
-100 gram mentega yang dilelehkan
-1/4 sdt vanili bubuk
-1/4 sdt soda kue
-1/2 sdt baking powder
-meses atau keju sesuai selera

Cara pembuatan:
-siapkan wadah lalu masukkan 3 butir telur dan 100 gram gula pasir. Kocok terus hingga mengembang.
-masukkan tepung terigu dan aduk perlahan sampai rata
-masukkan mentega yang sudah dilelehkan, aduk.
-masukkan vanili, soda kue, dan baking powder sesuai takaran lalu aduk lagi hingga merata.
-oleskan mentega terlebih dahulu di tempat pencetak kue agar tidak lengket dan susah diambil.
-masukkan adonan pada tempat pencetak kue, gunakan api kecil agar tidak gosong.
-taburkan meses atau keju setelah kue terlihat mengembang dan matang



Sebagai pemula tentu saya mengalami kesulitan dan melupakan hal-hal kecil yang seharusnya dipersiapkan, seperti lupa membeli kuas untuk mengoleskan mentega di tempat pencetak kue sehingga saya mengoleskannya dengan sendok kecil :p bagian bawah kue cubit pun juga gosong-gosong sedikit :p
Walaupun rasanya belum seenak yang biasanya dijual di pasaran, saya tetap senang karena si adik langsung melahap 8 buah kue cubit sekaligus! :D